Pesisir Selatan

Sembunyi di Solok Selatan, Terduga Penembak Warga di Pancung Soal Pesisir Selatan Dibekuk Polisi

 Pelarian H (47), pelaku penembakan Syanil di Ray 8, Kecamatan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan berakhir sudah.

Penulis: Muhammad Fuadi Zikri | Editor: afrizal
istimewa
Terduga pelaku utama penembakan di Ray 8, Kecamatan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan diringkus polisi di Sangir Balai Janggo, Kabupaten Solok Selatan, Jumat (10/6/2022). 

Laporan Reporter TribunPadang.com, Muhammad Fuadi Zikri

TRIBUNPADANG.COM, PESISIR SELATAN- Pelarian H (47), terduga pelaku penembakan Syanil di Ray 8, Kecamatan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan berakhir sudah.

Warga Silaut, Kecamatan Lunang Silaut itu pun berhasil dibekuk polisi saat bersembunyi di daerah Sungai Kunyit, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Kabupaten Solok Selatan.

Kapolsek Pancung Soal, AKP Dedy Arma mengatakan, penangkapan pelaku berlangsung Jumat (10/6/2022) kemarin, sekitar pukul 17.00 WIB.

Baca juga: Kronologi Kasus Penembakan di Kecamatan Pancung Soal, Kabupaten Pessel, Kapolsek: Saling Klaim Lahan

Baca juga: Dulu, Buaya Pernah Muncul di Lokasi Hanyut 2 Anak di Kabupaten Pesisir Selatan 

Pria paruh baya itu kini telah diboyong ke Mapolres Pesisir Selatan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Pelaku berhasil kita amankan bersama tim gabungan dari Polres Pesisir Selatan," ujar Dedy dihubungi TribunPadang.com melalui telepon selulernya, Sabtu (11/6/2022) pagi.

Dedi menyebut, selain penangkapan pelaku pihaknya juga berhasil menemukan barang bukti senapan angin yang sebelumnya dibuang pelaku.

Barang bukti yang menghilangkan nyawa Syanil itu ditemukan di Jembatan Kuning yang berada tak jauh dari lokasi penembakan.

Sementara itu, lanjut Dedy, seorang rekan pelaku berinisial F yang sebelumnya diamankan di lokasi kejadian kini telah dibebaskan.

Ia menuturkan F tidak terbukti ikut serta dalam penembakan tersebut.

Begitu juga seorang temannya yang sebelumnya diburu bersama H karena melarikan diri.

"Jadi pelaku utamanya adalah H. Tapi dua orang rekannya ini tetap dalam pemantauan kita," tutup Dedy.

Sebelumnya diberitakan, peristiwa penembakan ini terjadi pada Minggu (28/5/2022) lalu, sekitar pukul 11.30 WIB.

Ihwal kasus ini karena perebutan lahan antara pelaku bersama dua orang rekannya dengan korban (sebelumnya diberitakan Daniel) bersama seorang rekannya.

H dengan rombongan berasal dari Silaut, dan pelaku dari Indrapura.

Keduanya terlibat cekcok di lokasi sebelum terjadinya insiden penembakan.

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Dzein Painan namun nyawanya tak tertolong setelah mimis senapan angin bersarang di perutnya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved