Kabupaten Sijunjung

31 Balita di Kecamatan Kupitan Sijunjung Berisiko Stunting

Diketahui, 31 balita tersebut, di antaranya 12 balita berasal dari Nagari Padang dan 19 balita berasal dari Desa Kamang Baru.

Penulis: Hafiz Ibnu Marsal | Editor: afrizal
Istimewa
Rapat koordinasi antara Walinagari Padang Sibusuk, Camat Kupitan dana FKS Sijunjung, Jumat (20/5/2022). 

Laporan Reporter TribunPadang.com, Muhammad Hafiz Ibnu Marsal

TRIBUNPADANG.COM, SIJUNJUNG- Sebanyak 31 balita di Kecamatan Kupitan, Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat (Sumbar), beresiko stunting atau gagal tumbuh.

Diketahui, 31 balita tersebut, di antaranya 12 balita berasal dari Nagari Padang dan 19 balita berasal dari Desa Kamang Baru.

Data tersebut tercatat melalui penelusuran yang dilakukan oleh Forum Kabupaten Sehat (FKS) Sijunjung, pada Kamis (19/5/2022) dan Jumat (20/5/2022).

Petugas medis Puskesmas Padang Sibusuk, Dian menjelaskan sebanyak 12 balita berisiko stunting di Nagari Padang Sibusuk, yaitu 4 bayi usia 0 - 23 bulan, dan 8 bayi usia 24 - 59 bulan.

"Faktor penyebab kasus stunting itu sendiri di antaranya tidak terlepas karena masalah lingkungan tak sehat, asupan gizi minim ketika anak sedang masa pertumbuhan, serta faktor gaya hidup," ungkapnya.

Ia menambahkan, seluruh anak berisiko stunting tersebut ditangani melalui pos gizi oleh Tim Kesehatan Kabupaten Sijunjung dan akan dilakukan monitoring, evaluasi, terhadap para balita yang ditangani.

Selanjutnya, Walinagari Padang Sibusuk, Aprizal D mengungkapkan, pihaknya bersama para pemangku kepentingan tingkat nagari sudah membentuk sebuah kelompok kerja berbasis sosial, bernama Pokja Nagari Sehat, yang mana sesuai tupoksinya, Pokja Nagari Sehat juga akan bertugas menekan angka stunting melalui berbagai program strategis.

"Sejauh ini Nagari Padang Sibusuk telah melaksanakan pengolahan sampah berbasis bank sampah, didukung fasilitas kontainer sampah di setiap jorong," tuturnya.

Sementara Camat Kupitan, Asrijal mendukung adanya Forum Kabupaten Sehat Sijunjung, sehingga secara terarah berbagai persoalan kesehatan dapat dipecahkan, seperti misalnya penanganan ancaman stunting melalui program-program strategis dan tepat sasaran, dimana program itu merupakan perioritas nasional.

"Diharapkan ke depannya tidak ada lagi muncul kasus stunting, apalagi sampai bermuara gizi buruk," harapnya.(*)

 
 

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved