Kabupaten Padang Pariaman
Kawasan Makam Syekh Burhanuddin, Ada Paket Lengkap Wisata Religi di Padang Pariaman
Sejauh ini Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memang terkenal dengan wisata religinya
Penulis: Wahyu Bahar | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM, PADANG PARIAMAN - Sejauh ini Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memang terkenal dengan wisata religinya.
Bahkan, hingga kini menjadi salah satu destinasi, yang paling terkenal ialah Kawasan Makam Syekh Burhanuddin di Ulakan Tapakis.
Di kawasan ini, pengunjung bisa berziarah, mengetahui sejarah ke Islam yang dibawa Syekh Burhanuddin, melihat surau-surau kaum, melihat kemegahan Masjid Agung Syekh Burhanuddin, bahkan wisata kuliner.
Diketahui, Syekh Burhanuddin ialah ulama besar dan berpengaruh di Minangkabau, dahulunya ia menyebarkan ajaran Islam di Sumatera Barat sepulang menimba ilmu dari daerah Aceh.
Adapun makam Syekh Burhanuddin banyak dikunjungi jemaah yang datang dari lokal dan luar Sumatera Barat, bahkan tak jarang dikunjungi oleh wisatawan dari negara tetangga macam Malaysia, hingga Brunei Darussalam.
Berziarah ke Makam Syekh Burhanuddin diperbolehkan kapan saja, namun kebanyakan peziarah datang saat bulan Safar, Sa'ban, dan bulan Syawal.
"Kalau hari biasa juga ada yang datang kesini, tetapi yang banyak itu di tiga bulan itu Paling banyak yaitu saat bulan Safar, dan orang disini menyebutnya dengan Basapa," ujar salah seorang pengelola di dana, Khatib Malin Malano, Minggu (10/4/2022).
Ia mengatakan, peziarah atau jemaah yang biasa datang ke komplek makam Syekh Burhanuddin berasal dari Thariqat Syatariyah.
Meskipun begitu, kata dia, jamaah yang hadir juga ada yang dari tarekat lainnya.
Baca juga: Kumpulan Resep Takjil Buka Puasa yang Nikmat, Es Buah Soda Hingga Pisang Goreng Kayumanis
Baca juga: Peserta Antusias Ikuti Kompetisi Fashion Show dan Pertunjukan Designer Hotel Santika Premiere Padang
Untuk diketahui, kawasan makam Syekh Burhanuddin juga telah menjadi situs cagar budaya, juga diperuntukan kepentingan pendidikan dan kepariwisataan.
Khatib Malin Malano mengatakan, selain datang untuk beribadah dan berziarah, juga ada yang datang hanya untuk berwisata.
"Tidak sedikit pengunjung yang datang ke lokasi ini hanya sekadar melihat bentuk dan keunikan arsitektur makam, maupun masjid yang berada di area Makam Syekh Burhanuddin ini," katanya.
Selain makam, di kawasan wisata religi Syekh Burhanuddin ini juga terdapat satu masjid megah dengan nama masjid Agung Syekh Burhanuddin.
Begitu juga, di sekitar makam juga terdapat surau-surau kecil yang berjejeran.
Surau ini diketahui adalah milik dari beberapa kaum atau nagari yang ada di Kabupaten Padang Pariaman, dan bahkan di luar Padang Pariaman.
"Surau ini sebagai tempat persinggahan bagi jamah sesuai dengan asal daerahnya masing-masing, misalnya jemaah dari VII Koto, jika ingin istirahat ada tempatnya disini, begitu juga dengan daerah lain," kata Khatib Malin Malano yang mengaku sebagai pengurus generasi keempat di kawasan itu.
(TribunPadang.com/Wahyu Bahar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Terkini-Tapaki5.jpg)