Mimbar Masjid Jamik Mandiangin Bukittinggi Berusia 2 Abad, Dibangun Sekitar Tahun 1820

Mimbar Masjid Jamik Mandiangin, Kota Bukittinggi ternyata sama tua dengan bangunan masjidnya. Diketahui, Masjid Jamik Mandiangin dibangun sekitar

Tayang:
Penulis: Muhammad Fuadi Zikri | Editor: Mona Triana
TribunPadang.com/Muhammad Fuadi Zikri
Mimbar Masjid Jamik Mandiangin, Kota Bukittinggi yang berusia dua abad 

Laporan Reporter TribunPadang.com, Muhammad Fuadi Zikri

TRIBUNPADANG.COM, BUKITTINGGI - Mimbar Masjid Jamik Mandiangin, Kota Bukittinggi ternyata sama tua dengan bangunan masjidnya.

Diketahui, Masjid Jamik Mandiangin dibangun sekitar tahun 1820 hingga 1830.

Sehingga masjid dengan ciri khas 25 tiang dan atap berundak-undak ini tercatat sebagai satu dari delapan masjid tertua di Kota Bukittinggi.

Ketua Umum Pengurus Masjid Jamik Mandiangin, Heru Tri Astanawa mengatakan, mimbar masjid dibangun bersamaan dengan pembangunan masjid.

Artinya, mimbar masjid tersebut umurnya pun sudah mencapai 2 abad.

"Mimbar ini seumur dengan masjidnya, sama-sama dibangun," ujar Heru kepada TribunPadang.com, Senin (4/4/2022).

Mimbar ini menjadi satu-satunya peninggalan Masjid Jamik Mandiangin yang hingga saat ini masih asli dan bertahan.

Baca juga: POPULER SUMBAR: Sholat Tarawih Berjamaah di Masjid Raya Sumbar, Mengenal Masjid Raya Pariaman

Baca juga: Mengenal Masjid Tua Saksi Sejarah Agresi Militer Belanda II di Piladang 50 Kota, Berusia 1 Abad

Dibangun tanpa semen dan besi

Mimbar ini sekilas memang terlihat dibangun dengan menggunakan semen.

Namun, Heru menuturkan mimbar tersebut dibuat dengan menggunakan bahan kapur putih sebagai perekat.

Sementara penyangga bangunan mimbar diberi bambu sebagai pengganti besi, terutama pada bagian tiang.

"Sampai sekarang mimbar ini masih kokoh dan kuat," kata Heru.

Baca juga: Mengenal Masjid Raya Pariaman yang Ada Sejak 143 Tahun Silam, Masih Rawat Ornamen Kuno

Baca juga: Warga Bersyukur Bisa Shalat Tarawih Berjamaah Lagi di Masjid Raya Sumatera Barat

Terkait arsitektur, mimbar masjid ini secara keseluruhan berbeda jauh dengan mimbar masjid pada umumnya.

Jika mimbar masjid yang biasa ditemui dimasuki khatib dari belakang atau samping, mimbar ini dimasuki dari depan.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved