Info cuaca

INFO Cuaca Sumbar 28 Maret 2022, BMKG Sebut Tak Ada Potensi Hujan, Suhu Capai 32 Derajat Celsius

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Minangkabau merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Provinsi Sumatera Barat, Senin (28/3/2022).

Tayang:
Penulis: Wahyu Bahar | Editor: Rizka Desri Yusfita
Grafis/Rahmandito Dwiatno
Prakiraan Cuaca - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Minangkabau merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Provinsi Sumatera Barat, Senin (28/3/2022). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Wahyu Bahar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Minangkabau merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Provinsi Sumatera Barat, Senin (28/3/2022).

Prakirawan BMKG Minangkabau, Siska Anggraeni mengatakan sebagian besar wilayah Provinsi Sumbar diprediksi cerah, cerah berawan hingga berawan.

Siang hingga sore hari diprediksi cerah-cerah berawan, pada malam hari cerah berawan-berawan, dan dini hari cerah-cerah berawan.

Adapun suhu udara di Sumbar berkisar antara 16-32 derajat celsius.

Kemudian kelembaban udara antara 55-98 persen.

"Angin berhembus dari barat daya hingga timur laut dengan kecepatan 6-20 Kilometer perjam," pungkas dia.

Baca juga: Sepekan Terakhir Sumbar Tak Diguyur Hujan, Suhu Terasa Panas Siang Hari, BMKG Sebut Sejumlah Faktor

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Senin 28 Maret 2022, Daftar Kabupaten/Kota Se-Indonesia Potensial Cuaca Ekstrem

Baca juga: Prakiraan Cuaca Senin-Selasa 28-29 Maret 2022: Cuaca Ekstrem, Hujan, dan Badai Potensi di 19 Wilayah

Diketahui sebelumnya, sejak sepekan terakhir wilayah Provinsi Sumatera Barat tak diguyur hujan.

Siska Anggraeni menjelaskan, suhu udara dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Pertama, adanya gerak semu matahari yg berada tepat di atas pulau Sumatera.

"Selain itu, penyinaran langsung sinar matahari ke permukaan lebih optimal sehingga terjadi pemanasan suhu permukaan," kata Siska Anggraeni.

Hal ini, kata dia, disebabkan oleh siklonik di samudera hindia yg menarik massa udara dan pertumbuhan awan-awan hujan menjauhi wilayah Provinsi Sumbar.

Kemudian ia melanjutkan, cuaca pada siang hari juga cenderung meningkat.

"Ini fenomena cuaca biasa dimana kondisi cuaca dalam keadaan cerah," ujar dia.

Siska menambahkan, berdasarkan pengamatannya, dari pola angin terlihat adanya sirkulasi udara di samudera hindia yang menarik massa udara.

"Pada prinsipnya, angin bertiup dari daerah tekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah, selain itu kelembaban udara juga rendah sehingga menyebabkan sulit terbentuknya awan-awan hujan," pungkas dia. (*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved