Berita Populer Padang

POPULER PADANG: Pertemuan Wako dengan PT Incasi Raya, Pedagang Sebut Stok Minyak Curah Terbatas

Berikut berita Populer Padang selama 24 jam terakhir yang tayang di TribunPadang.com. Ada berita mengenai Pertemuan dengan Wako Hendri Septa

Editor: Mona Triana
TribunPadang.com/Wahyu Bahar
Minyak goreng curah yang sudah dibungkus di kios salah seorang pedagang di Pariaman Provinsi Sumatera Barat, Kamis (17/3/2022) 

TRIBUNPADANG.COM - Berikut berita Populer Padang selama 24 jam terakhir yang tayang di TribunPadang.com.

Ada berita mengenai Pertemuan dengan Wako Hendri Septa, PT Incasi Raya Jamin Stok Minyak Goreng Aman Selama Ramadhan.

Kemudian berita tentang Harga Minyak Goreng Curah di Pasar Raya Padang Capai Rp 20.000, Pedagang Sebut Stok Terbatas.

Simak berita Populer Padang selengkapnya: 

1. Kelangkaan minyak goreng yang terjadi beberapa waktu belakangan ini menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kota Padang. Terlebih sebentar lagi memasuki Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

Menyikapi hal itu, Wali Kota Padang Hendri Septa melakukan audiensi dengan pimpinan PT.Incasi Raya, sebuah perusahaan produsen minyak goreng terkemuka di Sumatera Barat, Senin sore (21/3/2022).

Pertemuan yang berlangsung di Ruang VIP Rumah Dinas Wali Kota Padang tersebut dihadiri langsung oleh Pimpinan PT. Incasi Raya Hendry Gunawan dan Marekting PT Incasi Raya Lim May Chen.

Wali Kota Padang Hendri Septa mengatakan, Pemerintah Kota Padang terus melakukan berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pokok warganya, terutama mengenai minyak goreng. Salah satunya dengan menggelar pasar murah bekerja sama dengan produsen minyak goreng.

"Alhamdulillah dengan upaya yang kita lakukan tersebut telah membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat Kota Padang. Namun kita berharap bagaimana minyak goreng ini tidak langka. Dan ini yang akan kita upayakan dengan PT. Incasi Raya," ucap wali kota.

Hendri Septa menyebut, saat ini kebutuhan minyak goreng di kota Padang mencapai 24 ton perhari. Dengan akan memasuki bulan suci Ramadhan tentunya kebutuhan minyak goreng di tengah-tengah masyarakat semakin meningkat.

Sementara itu, Pimpinan PT. Incasi Raya Hendry Gunawan mengatakan, pihaknya bersedia mendukung ketersediaan minyak goreng di Kota Padang, terutama dalam bulan suci Ramadhan.

"PT.Incasi Raya memproduksi minyak goreng 200 sampai 300 ton setiap harinya, yang didistribusikan untuk wilayah Sumatera Barat. Sebanyak 30 persen didistribusikan di Kota Padang karena pedagang banyak di Padang, sisanya sebanyak 70 persen didistribusikan di wilayah Sumbar lainnya. Mudah-mudahan ini akan mencukupi kebutuhan minyak goreng di Kota Padang," jelasnya.

Turut hadir di kesempatan itu, Kepala Dinas Perdangangan Andree Al-Gamar beserta jajaran, juga Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Amrizal Rengganis. 

Baca juga: Harga Minyak Goreng Kemasan di Pasar Raya Padang Sentuh Angka Rp 23 Ribu per Liter, Pembeli Beralih

Baca juga: Penjual Gorengan di Padang Susah Cari Minyak Goreng Curah, Mau Beli yang Kemasan tapi Mahal

Baca juga: Harga Minyak Goreng Curah di Pasar Raya Padang Capai Rp 20.000, Pedagang Sebut Stok Terbatas

2.  Harga minyak goreng curah di kawasan Pasar Raya Padang menyentuh angka Rp20 ribu per kilo, Selasa (22/3/2022).

Harga minyak goreng yang naik ini bersanding dengan ketersediaan minyak yang sulit untuk pedagang.

Pedagang Pasar Raya Padang Boy mengaku sejak satu pekan belakang, baru hari ini ia bisa kembali berjualan minyak curah.

"Kalau keadaannya seperti ini bisa dibilang minyak curah langka," katanya saat ditemui, Selasa (22/3/2022).

Jika biasanya Boy menghabiskan 200 kilogram minyak goreng curah untuk berjualan, sejak satu pekan belakang ia baru mendapat 60 kilogramk pada hari ini, Selasa (22/3/2022).

Boy menilai kondisi ini terjadi akibat dicabutnya aturan HET lama dan diterbitkannya HET yang baru melalui surat edaran nomor 9 tahun 2022 tentang relaksasi penerapan harga minyak goreng kemasan sederhana dan kemasan premium.

Dalam edaran tertanggal 16 Maret 2022 itu poin 4 tertulis, agar para Kepala Dinas Tingkat Provinsi yang membidangi Perdagangan memberikan relaksasi terhadap ketentuan harga eceran tertinggi pada minyak goreng sawit.

Sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 06 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Minyak Goreng Sawit. Dengan harga untuk minyak goreng curah enceran Rp 14 ribu perliter dan Rp 15.500 per kilogram.

"Sejak adanya HET untuk minyak curah kondisinya stok minyak goreng curah jadi sulit didapat," jelasnya.

Bahkan saat ini untuk mendapat minyak goreng curah para pedagang dibatasi jumlahnya.

Tidak hanya itu, tempat penjualannya juga tidak pasti, bila sekarang mendapat di tempat A besoknya belum tentu ada ditempat yang sama.

"Saya terkadang meminta tolong pada kenalan untuk mencarikan ketersediaan stok," sebutnya.

Berdasarkan informasi Boy dari orang terdekatnya kondisi ini terjadi karena prosedur untuk mendistribusikan minyak goreng curah dipersulit oleh pabrik.

"Kabarnya distributor harus mempunyai NPWP, PKP serta pembeliannya dibatasi," sebutnya terkadang hal serupa juga dilakukan pada pembeli minyak goreng curah dengan jumlah sedikit dari pabrik.

"Kami pedagang kalau distributor kosong berarti tidak ada yang bisa dijual. Kami sifatnya menunggu juga dari distributor," terangnya.

Akibatnya kata Boy pasti akan ditemui harga minyak goreng curah bervariasi karena kondisi seperti ini.

Berbeda dengan Boy, Wen (46) menjual minyak goreng curah dengan harga Rp 20 ribu per kilo. Harga ini berlaku di toko Wen sejak satu pekan belakang.

"Sebelumnya sempat saya jual Rp 18 ribu kemarin, tapi harganya kembali melonjak jadi sekarang saya jual Rp 20 ribu per kilo," katanya.

Dari harga tersebut, Wen hanya mengambil untuk Rp 2.000 saja per kilonya.

"Sudah mahal ketersediaannya sedikit juga," sambungnya.

Kondisi yang terjadi pada 2 hari terakhir ini menurut Wen belum tentu berakhir, ia menduga besok bisa saja harga dari distributor kembali naik.

Saat ini banyak juga distributor minyak curah langganannya juga tidak berjualan, sehingga ia kesulitan mendapat stok minyak goreng curah.

Ia juga menuturkan jika biasanya bisa mendapatkan stok  minyak goreng curah 100 Kg sekarang hanya 28 Kg.

" Harga mahal, stoknya susah itu yang terjadi saat ini untuk minyak goreng curah," tegasnya.

Tapi Wen tetap bersyukur karena kondisi di Kota Padang khususnya pasar raya masih terkendali, tidak seperti daerah lain.

"Beruntung situasinya tidak seperti daerah lain yang berdesak-desakan untuk mengantre," sebutnya.

Menurutnya kondisi ini terjadi sejak HET dicabut dan muncul HET baru untuk minyak curah. Meski sampai saat ini HET itu belum berlaku secara keseluruhan.

Hal serupa juga dirasakan Hendri (46), ia mengaku bahwa penyaluran minyak curah saat ini dibatasi oleh distributor.

Akibatnya Hendri tidak bisa langsung mengambil minyak goreng curah dari distributor tapi dari pedagang pasar raya lainnya.

"Kabarnya di distributor dibatasi 20 Kg saja, jadi sulit untuk mendapatkannya. Kalau saya ambil minyak dari pedagang lain saja," bebernya.

Mengambil stok minyak goreng curah dari sesama pedagang Hendri bisa mendapatkan 50 kg minyak curah, hanya saja harganya tentu sudah berbeda.

"Saya ambilnya dari pabrik, pangkalan, ke pedagang pasar raya, baru saya bisa beli jadi harganya mahal," terangnya.

Hendri menjual satu kilo minyak curah dengan harga Rp 20 ribu, sebelumnya Rp 18 ribu tapi harganya melonjak dalam dua hari belakang.

Ia juga memaparkan bahwa untuk mendapatkan minyak goreng curah saat ini membutuhkan KTP untuk beberapa tempat.

"Sekarang untuk mendapatkan minyak goreng curah butuh KTP, bahkan saya beli langsung dengan distributor yang datang ke pasar raya tetap juga diminta KTP," jelasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved