Kota Padang
Anggota Komunitas KRAP Rela Dipatok Ular, Demi Mengedukasi Petugas Damkar Kota Padang
Seorang digigit ular jenis sanca batik hingga mengeluarkan darah pada saat pelatihan penanganan ular di Kota Padang, P
Penulis: Rezi Azwar | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Seorang digigit ular jenis sanca batik hingga mengeluarkan darah pada saat pelatihan penanganan ular di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Selasa (22/3/2022).
Pelatihan ini dilaksanakan oleh Komunitas Reptilia Amfibi Padang (KRAP) kepada petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang.
Anggota komunitas pecinta reptil ini membawa berbagai jenis ular agar dikenal oleh petugas Damkar Kota Padang.
Selain itu juga ada praktek secara langsung untuk penanganan ular yang melilit hingga yang memiliki bisa tingkat tinggi.
Satu persatu petugas Damkar Kota Padang mencoba mengevakuasi ular untuk dimasukkan ke dalam karung.
Pada saat pelatihan, petugas dilengkapi dengan peralatan keamanan dan peralatan untuk mengevakuasi ular.
Kegiatan ini dilaksanakan sejak pagi yang berlangsung sampai siang hari di Mako Dinas Damkar Kota Padang.
Pada saat pelatihan dan kedua tangan dari salah seorang anggota komunitas yang berdarah akibat digigit ular jenis Piton.
Ular jenis Piton ini tidak memiliki bisa, tetapi gigitannya cukup kuat, sehingga bisa membuat tangan bisa terluka.
Danu Setio Herlambang selaku Pembina KRAP, membenarkan bahwa anggota ada yang terluka.
Namun, itu bukan karena sebuah kesalahan dalam pelaksanaan pelatihan praktek.
Hal itu melainkan memperlihatkan bagaimana caranya melepaskan tangan atau bagian tubuh jika digigit ular jenis piton.
Danu menyebutkan, ular jenis Piton adalah ular yang sering dievakuasi oleh petugas Damkar Kota Padang.
"Iya, jadi untuk teman-teman komunitas itu dalam mengedukasi siap untuk apapun itu," kata Danu.
Danu mengatakan, anggota komunitasnya akan memperlihatkan bagaimana luka dari ular.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/KRAP-Bujuk.jpg)