Siaga Karhutla, BPBD Pelalawan Ingatkan Semua Pihak Agar Tidak Membuka Lahan Dengan Cara Dibakar

Status siaga darurat penanggulangan bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) ditetapkan, pelaku pembakaran akan dikenakan sanksi hukum, Rabu (16/3

Editor: Rezi Azwar
TribunPekanbaru/Johanes
Tim Analis BMKG Stasiun Pekanbaru temukan lima titik panas atau hospot di dua kabupaten berbeda di Provinsi Riau pada Jumat (30/6/2017). Titik panas atau hotspot bisa berpotensi menimbulkan kebakaran lahan dan hutan. 

TRIBUNPADANG.COM - Status siaga darurat penanggulangan bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) ditetapkan, pelaku pembakaran akan dikenakan sanksi hukum, Rabu (16/3/2022).

Penetapan status siaga darurat ini ditetapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Penetapan status siaga darurat Karhutla melalui surat pengumuman yang diterbitkan BPBD nomor 364/BPBD/III/2022/43 pada tanggal 1 Maret lalu.

Pengumuman itu berdasarkan analisis dan prakiraan cuaca iklim khususnya sepanjang Bukan Februari sampai September dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Sekaligus mengantisipasi musim kemarau yang berpotensi menimbulkan Karhutla serta mengakibatkan bencana asap.

Baca juga: Saksi Laporkan Kebakaran Lahan di Dekat Perumahannya, Tim Damkar Kota Padang Kerahkan 2 Armada

Bagi pelaku yang kedapatan melakukan pembakaran hutan dan lahan ini akan dikenakan sanksi hukum pidana penjara maupun denda sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Ini langkah untuk mengantisipasi bencana Karhutla yang sering terjadi saat musim kemarau," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Pelalawan, Musa.

Musa menjelaskan, ada beberapa poin penting yang ditekankan kepada seluruh stakeholder yang ada di Pelalawan.

Diantaranya seluruh camat agar berkoordinasi dengan Upika guna mengoptimalkan peran lurah dan Kepala Desa (Kades) untuk memantau serta mengawasi pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah masing-masing.

BPBD juga menegaskan, kepada seluruh perusahaan yang bergerak di sektor kehutanan dan perkebunan serta perusahaan yang berada di daerah rawan Karhutla untuk siaga dan menjaga arealnya agar tidak terjadi Karhutla.

Diminta mengerahkan sumberdaya yang dimiliki untuk upaya penanggulangan agar kebakaran tidak meluas, baik yang berada di dalam areal maupun diluar wilayah perusahaan.

Baca juga: 4 Kabupaten Menjadi Titik Lokasi Kebakaran Lahan, BPBD Sumbar: Terparah di Kabupaten Agam

Disamping itu, BPBD juga mengingatkan kepada seluruh warga, kelompok masyarakat, dan semua pihak agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Serta berpartisipasi melaporkan kepada perangkat desa dan aparat keamanan terdekat apabila melihat kejadian Karhutla.

"Semua pelaku pembakaran hutan dan lahan akan dikenakan sanksi hukum pidana penjara maupun denda sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tandas Sekretaris BPBD ini.

Ia mengumumkan, BPBD memilik call center yang bisa dihubungi via WA, jika ada kejadian Karhutla di wilayah Pelalawan. Warga bisa mengontak nomor 081376034446.

Artikel ini telah tayang di TribunPekanbaru.com dengan judul Pelalawan Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla, BPBD MInta Perusahaan-perusahaan Ini Jaga Lahan,

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved