Kota padang

Aturan Baru Perjalanan Tanpa Bukti Tes Antigen dan PCR, Kadispar Padang: Bukan Berarti Sudah Bebas

Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kota Padang Eri Sendjaya menyikapi peniadaan bukti tes Antigen dan PCR untuk transportasi udara, laut dan darat.

Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rizka Desri Yusfita
TRIBUNPADANG.COM/RAHMAT PANJI
Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Eri Sendjaya, saat ditemui di Hotel Santika Kota Padang dalam rangka Launching Indonesia City Expo (ICE) rangkaian acara Rankernas Apeksi XV Indonesia, Rabu (9/3/2022). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rahmat Panji

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kota Padang Eri Sendjaya menyikapi peniadaan bukti tes Antigen dan PCR untuk transportasi udara, laut dan darat.

Menurutnya, Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 21 Tahun 2022 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Udara Pada Masa Pandemi COVID-19, Selasa (8/3/2022) merupakan kabar bahagia.

Meski demikian Eri tetap mengingatkan masyarakat untuk tidak abai akan penerapan protokol kesehatan (Prokes).

"Bukan berarti dengan aturan baru ini kita sudah bebas. Menjaga kesehatan dan penerapan prokes tetap harus dilakukan," katanya Kamis (10/3/2022).

Baca juga: DPD ASITA Sumbar Sambut Baik Peniadaan Tes Antigen dan PCR : Jadi Hal Positif, bagi Dunia Wisata

Baca juga: AP II BIM Koordinasi Stakeholder, Terkait SE Kemenhub tentang Peniadaan Penunjukan Tes Antigen & PCR

Ia melihat aturan ini merupakan sinyal positif untuk dunia pariwisata, malui aturan ini Eri berharap bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Padang.

Jelang adanya peningkatan itu, Dispar Kota Padang juga akan bersiap untuk memberikan pelayanan maksimal pada para wisatawan.

"Kalau kunjungan wisata sudah meningkat, semoga UMKM juga bisa kembali bergerak," bebernya.

Harapan ini mengacu pada turunnya angka wisatawan ke Kota Padang semasa Pandemi yaitu sejak 2020 hingga saat ini.

Penurunan kunjungan wisatawan dari tahun 2019 kata Eri menyentuh angka 45 persen selama pandemi.

"Kunjungan wisatawan sangat jauh menurun selama Pandemi, karena penerbangan terbatas dan persyaratannya ketat sehingga berdampak pada kunjungan wisatawan," jelasnya.

Dispar berharap kedepannya melalui aturan baru ini wisatawan bisa melirik kembali Kota Padang.

"Kami juga akan melakukan pemasaran lebih maksimal lagi untuk menarik minat para wisatawan berkunjung tanpa melupakan penerapan prokes," terangnya.

Pemasaran ini kata Eri menyasar pada pemanfaatan teknologi (media sosial dan platform lainnya) serta menggalang penggiat pariwisata untuk turut aktif mempromosikan wisata Kota Padang.

"Mulai dari influencer, youtuber dan lainnya akan kami libatkan, serta penggunaan medsos akan kami galakan lagi," terangnya.

Baginya teknologi adalah jualan yang memiliki rating paling tinggi dan biaya murah dari pada manual.

Dispar yang sudah mulai menggerakkan promosi di bidang teknologi menilai ada daya tarik untuk meningkatkan minat wisatawan.

"PR kami adalah bagaimana memberikan pelayanan maksimal pada wisatawan serta menawarkan wisatawan yang baik dan ramah lingkungan, ramah keluarga juga ramah kantong," sebutnya. (*)

 

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved