Penanganan Covid

Penerbangan Domestik Tanpa Bukti, Tes Antigen, dan PCR, Kadispar Sumbar : Jalan Sudah Terbuka

Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Sumatera Barat (Sumbar) Luhur Budianda menyambut baik adanya peniadaan bukti tes Antigen dan PCR untuk penerbangan

Penulis: Panji Rahmat | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM/RIMA KURNIATI
Ilustrasi: Suasana BIM Ketaping, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) belum lama ini. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Sumatera Barat (Sumbar) Luhur Budianda menyambut baik adanya peniadaan bukti tes Antigen dan PCR untuk penerbangan domestik untuk seluruh wilayah di Indonesia.

Sebelumnya, pernyataan ini disebutkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, yang mengumumkan penerbangan domestik tidak memerlukan bukti tes antigen dan PCR, Senin (7/3/2022).

"Adanya kebijakan ini tentu membuka jalan untuk pengembangan wisata Sumbar," kata Luhur Budianda Selasa (8/3/2022).

Melalui jalan pembuka untuk kedatangan wisatawan ini tentu pihaknya akan melakukan persiapan lebih matang agar angka wisatawan datang ke Sumbar meningkat.

Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang Pariaman, Sumbar.
Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang Pariaman, Sumbar. (TribunPadang.com/RizkaDesriYusfita)

"Melalui keputusan ini semoga saja wisatawan bisa kembali berkunjung ke Sumbar," jelasnya.

Hal ini mengacu pada peniadaan tes antigen dan PCR sebagai syarat perjalanan domestik, pasti akan memunculkan kemudahan untuk wisatawan berkunjung.

"Tentu nantinya pariwisata Sumbar akan kembali bergerak, khususnya wisatawan domestik akan berkunjung," sebutnya.

Kendati demikian Luhur Budianda berharap dengan adanya kelonggaran perjalanan domestik ini, para wisatawan dan masyarakat di tempat pariwisata tetap mengutamakan Protokol kesehatan.

Melihat adanya peraturan baru ini, Luhur Budianda berharap masyarakat juga mampu beradaptasi dengan kebiasaan baru tersebut.

Selanjutnya ia menjelaskan bahwa selama masa Pandemi memang ada penurunan jumlah kunjungan wisatawan ke Sumatera Barat.

"Turunnya kunjungan wisatawan jauh, persentasenya itu ada sekitar 41 persen penurunan dari tahun 2018 dan 2019," sebutnya.

Jumlah kunjungan yang sebelumnya menyentuh angka 8 juta wisatawan sejak Pandemi 2020-2022 jumlah kunjungan hanya berkisar 4.9 juta wisatawan saja.

Luhur juga menyampaikan bahwa Pemprov Sumbar juga sudah melakukan akselerasi pariwisata untuk percepatannya. Sampai saat ini sudah dilakukan kerja sama dengan beberapa pihak.

"Sebenarnya Gubernur sudah mulai melakukan akselerasi untuk percepatan wisata dengan Bank Indonesia, gubernur dan wagub sudah mencanangkan visit beautiful west Sumatera," sambungnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved