Sulit Untuk Melihat Saudaranya Menderita, Oleksandr Zinchenko Ingin Berada di Ukraina
Kata Oleksandr Zinchenko, masih sengitnya perselisihan antara Rusia dan Ukraina tersebut membuat dirinya syok dan kebingungan.
Penulis: Hafiz Ibnu Marsal | Editor: Hafiz Ibnu Marsal
TRIBUNPADANG.COM- Pemain sepak bola asal Ukraina, yang saat ini berseragam Manchester City, Oleksandr Zinchenko mengaku sulit bagi dirinya untuk melihat negara asalnya tersebut menderita, akibat invasi yang dilancarkan Rusia.
Kata Oleksandr Zinchenko, masih sengitnya perselisihan antara Rusia dan Ukraina tersebut membuat dirinya syok dan kebingungan.
Bintang Manchester City, Oleksandr Zinchenko, mengungkapkan tentang bagaimana dia telah berjuang untuk memahami invasi Rusia ke negara asalnya, Ukraina.
Baca juga: Aksi Solidaritas Liga Inggris Dukung Ukraina, China Tidak Siarkan Pertandingan Premier League
Baca juga: 9 WNI Dikabarkan Terjebak di Ukraina Seusai Digempur Rusia, Menlu Retno Marsudi Fokus Upaya Evakuasi
Dia berterima kasih kepada dunia atas dukungan yang telah diberikan sambil berharap dapat kembali ke negaranya untuk membantu berjuang.
"Pada tengah malam waktu Inggris, istri saya membangunkan saya dan dia menangis," kata Zinchenko kepada BBC, seperti dilansir BolaSport.com dari Goal.com.
"Saya kaget. Dia menunjukkan video dan gambar tentang apa yang sedang terjadi di Ukraina."
"Mungkin perasaan yang paling pahit adalah ketika orang-orang terdekatmu sedang sekarat. Kamu tahu, perasaan ini seperti kamu merasa sangat terpukul karenanya, tapi ini bahkan jauh lebih buruk," imbuhnya.
Baca juga: Bursa Saham Eropa dan Asia Rontok, Dampak PLTN Ukraina Digempur Pasukan Rusia
Baca juga: Hari Ke-9 Invasi Rusia ke Ukraina, Moskwa Kuasai PLTN Zaporozhzhia, Giliran Facebook Diblokir
Dia mengaku masih terguncang lebih dari seminggu karena berusaha memahami apa yang terjadi.
"Saya hanya menangis," katanya. "Jadi sudah seminggu, saat saya berada di mana pun, saya hanya bisa menangis tiba-tiba."
"Semuanya ada di kepala saya. Bayangkan tempat di mana kamu dilahirkan, di mana kamu tumbuh dewasa, dan sekarang rata dengan tanah."
Beberapa pesepak bola dan pelatih asal Ukraina telah mengangkat senjata untuk bertempur.
Sudah ada beberapa korban, seperti Vitalii Sapylo (21 tahun) dan Dmytro Martynenko (25), kehilangan nyawa mereka dalam pertempuran dan menjadi korban pertama dari kalangan pelaku sepak bola akibat perang pekan ini.
Yuriy Vernydub, yang terkenal karena memimpin tim Moldova, Sheriff, mengalahkan Real Madrid di Liga Champions musim ini, telah kembali ke Ukraina untuk bergabung dengan tentara.
Sementara CEO Shakhtar Donetsk, Sergey Palkin, telah menyerukan diakhirinya "kegilaan" sambil mengonfirmasi bahwa seorang pelatih tim muda dari klubnya telah dibunuh "oleh pecahan peluru dari tentara Rusia".
Zinchenko masih berada di Manchester dan diberi ban kapten tim dalam kemenangan Man City di Piala FA atas Peterborough, tetapi dia juga berharap bisa kembali membantu berjuang untuk rakyatnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Oleksandr-Zinchenko.jpg)