Gempa Guncang Pasaman Barat
Para Penyuluh Agama dan ASN di Pasaman Barat Diminta Beri Trauma Healing bagi Para Penyintas Gempa
Para penyuluh agama dan ASN di Pasaman Barat diminta untuk pendampingan kerohanian atau trauma healing bagi para penyintas gempa.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Para penyuluh agama dan ASN di Pasaman Barat diminta untuk pendampingan kerohanian atau trauma healing bagi para penyintas gempa.
Plt Kepala Biro Humas Data dan Informasi (HDI) Thobib Al Asyhar mengatakan langkah tersebut perlu dilakukan untuk mempercepat recovery batin para penyintas.
"Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berpesan kepada saya, agar menyampaikan kepada bapak ibu ASN dan penyuluh agar para korban dapat didampingi," ungkap Thobib melalui keterangan tertulis, Selasa (1/3/2022).
Menurut Thobib para penyintas memerlukan pendampingan agar mampu menghadapi keadaan pascabencana.
Para penyintas, kata Thobib membutuhkan motivasi agar kembali bersemangat.
"Beri bantuan moril agar tenang dan sabar menghadapi cobaan, lalu ingatkan untuk kembali bangkit agar ekonomi keluarga dapat terus berjalan," tutur Thobib.
Baca juga: BMKG Ingatkan Ancaman Bencana Hidrometeorologi Usai Gempa Pasaman Barat
Baca juga: Pengungsi Terdampak Gempa Mulai Diserang Penyakit, Petugas Kesehatan Pastikan Obat-obatan Lengkap
Warga Trauma karena Gempa
Dikutip dari TribunPadang.com, seorang pria paruh baya tampak melamun di sudut tenda pengungsian Kantor Bupati Pasaman Barat, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar).
Namanya Junir. Ia adalah satu dari ratusan pengungsi yang berasal dari Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat.
Ia mulai mengungsi sejak Jumat (25/2/2022) malam.
Rumahnya yang terletak di lereng perbukitan memang tidak rusak seperti rumah tetangga saat lindu mengguncang bumi Pasaman.
Rumah kayu miliknya itu masih berdiri kokoh dan seyogianya masih bisa dihuni sebagai tempat beristirahat dan tidur di malam hari.
"Takut ada gempa susulan makanya kami mengungsi ke sini," ujar Junir ketika ditanya alasannya mengungsi.
Trauma akan gempa susulan itulah yang memaksanya bersama anak, istri, menantu dan cucunya untuk mengungsi.
"Takut terjadi apa-apa dengan keluarga," kata Junir. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kemenag Minta Penyuluh Agama Bantu Trauma Healing Penyintas Gempa Pasaman,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/tenda-pengungsian-gempa-Pasaman-Barat.jpg)