Destinasi Wisata di Padang Pariaman Bertambah 40 Titik, Total Jadi 137 Lokasi Objek Wisata

Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Padang Pariaman mencatat, jumlah objek wisata di Padang Pariaman terus bertambah

Penulis: Wahyu Bahar | Editor: Mona Triana
TribunPadang.com/Wahyu Bahar
Green Talao Park, salah satu objek wisata yang ada di Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Wahyu Bahar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG PARIAMAN - Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Padang Pariaman mencatat jumlah objek wisata di Padang Pariaman terus bertambah.

Kepala Disparpora Padang Pariaman, Jon Kenedi mengatakan, pada tahun 2020 jumlah titik wisata di daerah tersebut ialah sebanyak 97 lokasi.

Sedangkan pada tahun 2022 ini jumlahnya sudah mencapai 137 objek wisata.

Baca juga: Sekda Padang Pariaman Langsung Dampingi Danrem Wirabraja, Kunjungi Sentra Pertanian dan Perikanan 

Baca juga: Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur Langsung ke Bangkinang Hadiri Pengukuhan Pengurus PKDP Kampar

Itu artinya ada penambahan 40 lokasi wisata sejak tahun 2020, meskipun Pandemi Covid-19 masih melanda.

Adapun penambahan data tersebut, dihimpun Disparpora dari kecamatan hingga ke tingkat nagari yang mendaftarkan objek wisata masing-masing. 

Jon Kenedi menambahkan, meski ada beberapa objek wisata yang sudah tidak aktif, namun jumlah objek wisata tetap bertambah.

Baca juga: Metode Ajar: Latihan hingga Praktik, Versi Pelatih Sekolah Tinggi Ilmu Beruk di Kota Pariaman

Baca juga: Proyek Tapakis Water Park Adventure, Kepala DPMPTP Padang Pariaman: Investor Gelontorkan Rp 10,5 M

"Dari 40 penambahan objek wisata itu, terbanyak ialah wisata alam, pemandian dan pantai," kata Jon Kenedi kepada wartawan, Senin (21/2/2022).

Ia menilai, masyarakat hingga pemerintah nagari tampak termotivasi untuk mengembangkan objek wisata sebagai pendorong perekonomian masyarakat.

Baca juga: Pemkab Padang Pariaman Harap TribunPadang.com Tetap Konsen Lestarikan Nilai dan Perspektif Daerah

Baca juga: Jadwal Hari Tanpa Bayangan Matahari di Padang, Pariaman, Bukittinggi & Painan, Mulai Pukul 12.26 WIB

"Sejak beberapa tahun ini masyarakat hingga pemerintah nagari termotivasi untuk membangun objek wisata, karena melihat geliat sejumlah objek wisata yang sudah ada, dan menghasilkan nilai ekonomi," ujar dia.

Begitu juga sebagian masyarakat berdasarkan pantauan Disparpora Padang Pariaman, secara pribadi bersedia memfasilitasi tanahnya untuk dijadikan lokasi wisata oleh masyarakat secara bersama-sama.

"Itu artinya, ada semacam keiginan masyarakt untuk membangun pariwisata," imbuh dia.

Baca juga: Dugaan Korupsi Pembangunan Bangsal Penyakit Dalam RSUD Pariaman, Polisi Tetapkan Dua Orang Tersangka

Baca juga: Arena Waterpark ‘Tawa” Segera, Hadir di Kabupaten Padang Pariaman

Baca juga: BPS Gelar FGD, Penyusunan Publikasi Kabupaten Padang Pariaman dalam Angka

Yang terpenting kata Jon Kenedi, masyarakat mau menekuni dan mengelola objek wisata dengan kreatifitas sehingga akan berbanding lurus dengan keuntungan ekonomi.

"Pelaku wisata-pun tidak mesti harus tersertifikasi atau berpendidikan tinggi, cukup paham soal pelayanan untuk wisatawan," ulas Jon Kenedi.

Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 di Padang Pariaman, Tembus 110 Orang, Yutiardy Rivai : Sebagian Isolasi Mandiri

Ia menyampaikan, dalam waktu dekat, pihaknya akan merevisi RIPDA (Rancangan Induk Pengembangan Pariwisata Daerah) yang sudah berupa Peraturan Daerah (Perda).

"Karena adanya tempat wisata yang baru atau diubah namanya, jadi harus direvisi," kata dia. (*)

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved