Banjir Bandang Pasaman

Diterjang Banjir Bandang, Puluhan Rumah Warga di Pasaman Terendam Lumpur

Puluhan rumah di Pasaman, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) terendam lumpur seusai diterjang banjir bandang, Minggu (13/2/2022) kemarin

Penulis: Muhammad Fuadi Zikri | Editor: afrizal
Istimewa/Dok. Pusdalops BPBD Provinsi Sumbar.
Kondisi pemukiman penduduk di Jorong Lundar, Nagari Panti Timur, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, Senin (14/2/2022) pasca diterjang banjir, Minggu (13/2/2022) pukul 17.00 WIB kemarin. 

Laporan jurnalis TribunPadang.com: Muhammad Fuadi Zikri

TRIBUNPADANG.COM, PASAMAN- Puluhan rumah di Pasaman, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) terendam lumpur seusai diterjang banjir bandang, Minggu (13/2/2022) kemarin.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar, Rumainur mengatakan, insiden itu tepatnya terjadi di Jorong Lundar, Nagari Panti Timur, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman.

"Kejadiannya kemarin, sekitar pukul 17.00 WIB," ujar Rumainur kepada TribunPadang.com, Senin (14/2/2022).

Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG di Sumbar: Waspada Hujan Sedang hingga Lebat di Agam dan Pasaman Pada Sore Hari

Baca juga: Memasuki Pencarian Hari Terakhir, Nelayan yang Hilang di Pasaman Barat Tak Kunjung Bertemu

Ia merinci, ada sekitar 50 rumah yang terdampak banjir itu.

Tiga di antaranya mengalami rusak berat dan sisanya rusak ringan dan sedang.

Selain rumah, kata Rumainur, juga ada tiga warung milik warga yang rusak berat dan satu sekolah PAUD yang turut terendam lumpur.

"Untuk korban jiwa nihil," ucapnya.

Kondisi pemukiman penduduk di Jorong Lundar, Nagari Panti Timur,
Kondisi pemukiman penduduk di Jorong Lundar, Nagari Panti Timur, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, Senin (14/2/2022) pasca diterjang banjir, Minggu (13/2/2022) pukul 17.00 WIB kemarin.

Rimainur menyebutkan, banjir bandang ini terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sejumlah wilayah di Sumbar, termasuk Pasaman.

Akibatnya, debit air sungai dari hulu secara mendadak meningkat dan meluap hingga ke pemukiman penduduk.

"Saat banjir terjadi, masyarakat langsung mengungsi ke tempat yang lebih aman," katanya.

Selain berdampak ke rumah penduduk, lanjut Rumainur, banjir ini menyebabkan tebing sungai setempat terban sepanjang 100 meter lebih.

Baca juga: Kantor Ombudsman Sumbar Ditutup Sementara Usai 3 Pegawai Positif Covid-19

"Tebing jembatan di daerah itu juga terban sepanjang 25 meter lebih," tutur Rumainur.

Kini, ia menambahkan, bersama warga setempat pihaknya dan instansi lainnya bergotong royong membersihkan sisa-sisa banjir.

Banjir tidak hanya membawa lumpur tapi juga membawa sampah dan kayu berukuran yang cukup besar. (*) 

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved