Surplus Beras di Kabupaten Agam 2021 Turun Jadi 163.889 Ton, Ada Pengalihan Lahan ke Komoditi Lain

Pada tahun 2020, capaian surplus beras di Kabupaten Agam ialah sebanyak 167.677 ton dari 74.717 luas panen.

Penulis: Wahyu Bahar | Editor: afrizal
TRIBUNPADANG.COM/REZI AZWAR
Ilustrasi sawah 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Wahyu Bahar

TRIBUNPADANG.COM, AGAM- Pada tahun 2021, Kabupaten Agam surplus beras sebanyak 163.889 ton dari luas panen seluas 73.507 Ha.

Namun, angka surplus beras di tahun 2021 menurun dibandingkan dengan tahun 2020.

Pada tahun 2020, capaian surplus beras di Kabupaten Agam ialah sebanyak 167.677 ton dari 74.717 luas panen.

"Ada berbagai faktor yang mempengaruhi penurunan surplus beras tahun 2021 seperti pengalihan lahan sawah ke komoditi lain oleh petani, serangan hama dan lainnya. Namun surplus ini masih bisa kita capai," kata Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Agam, Ade Yusuf Thamrin. Rabu (9/2/2022).

Baca juga: POPULER Sumbar Breaking News Rumah Terbakar di Agam, dan Polemik Buku Pelajaran di Sijunjung

Baca juga: Update Rumah Warga Kabupaten Agam Terbakar, 3 Korban Terluka Bakar, Lalu 2 Harus Dirujuk ke RSUD

Ade mengatakan, Kabupaten Agam kembali surplus di 2021, yang jumlahnya dihitung berdasarkan produksi padi sebanyak 427.075 ton, dari luas panen 73.507 hektar.

"Surplus ini diketahui setelah dihitung dari hasil produksi padi yang sudah dijadikan beras, kemudian jumlah kebutuhan konsumsi dan non konsumsi," kata Ade.

Ia menguraikan hitungan surplus beras tahun 2021.

Kata dia, ketersediaan beras ialah sebanyak 247.851 ton.

"Sedangkan kebutuhan beras konsumsi 63.866 ton dan non konsumsi 20.096 ton, maka terjadi surplus beras sebanyak 163.889 ton," ujar Ade.

Namun, katanya, data tahun 2021 itu masih data sementara, yang sesuai dengan laporan timnya di lapangan.

Adapun data resmi kata dia diperkirakan akan diumumkan pada Maret 2022 oleh BPS.

Setahu Ade, surplus beras di Kabupaten Agam sudah terjadi sejak 10 tahun terakhir, namun jumlahnya berbeda-beda.

"Surplus ini bisa dipertahankan karena pengoptimalan lahan dan sarana prasarana, gerakan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), pengawalan pupuk bersubsidi, pengoptimalan penyuluhan dan lainnya," pungkas dia. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved