Breaking News:

Pemprov Sumbar

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Temui Ketua MPR-RI: Perjuangkan Pembangunan, Kawasan Monumen Bela Negara

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi bersama Sekretaris Daerah, Hansastri dan Kepala Kesbangpol, Jefrinal Arifin, serta kepala Badan penghubung Provinsi S

Editor: Emil Mahmud
ISTIMEWA/DOK.DISKOMINFOTIK SUMBAR
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi beserta rombongan melakukan Audensi dengan Ketua MPR-RI, Bambang Soesatyo, Selasa (16/11/2021) di Jakarta. 

TRIBUNPADANG.COM, JAKARTA - Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi bersama Sekretaris Daerah, Hansastri dan Kepala Kesbangpol, Jefrinal Arifin, serta kepala Badan penghubung Provinsi Sumatera Barat, Andre Setiawan pada  (Selasa, 16/11/2021) melakukan Audensi dengan Ketua MPR-RI, Bambang Soesatyo.

Audiensi Gubernur Sumbar dan rombongan dengan Ketua MPR-RI bertujuan guna memperjuangkan percepatan pembangunan kawasan Monumen Bela Negara di Sumatera Barat nantinya.

Rilis yang diterima redaksi TribunPadang, Selasa malam menyebutkan agenda Pertemuan kali ini bertempat di ruang rapat Ketua MPR RI, serta dihadiri beberapa perwakilan dari lintas Budaya Fundation.

Pada pertemuan ini, Gubernur Buya Mahyeldi tampak berbincang akrab dengan ketua MPR-RI, walaupun ini kali pertama kedua sosok ini bertemu secara langsung.

Baca juga: Gubernur Mahyeldi Klaim Masyarakat Sumbar Sudah Sadar Manfaat Ikut Vaksinasi Covid-19

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi beserta rombongan melakukan Audensi dengan Ketua MPR-RI, Bambang Soesatyo, Selasa (16/11/2021) di Jakarta.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi beserta rombongan melakukan Audensi dengan Ketua MPR-RI, Bambang Soesatyo, Selasa (16/11/2021) di Jakarta. (ISTIMEWA/DOK.DISKOMINFOTIK SUMBAR)

Baca juga: Gubernur Mahyeldi Motivasi Siswa Pendidikan Pembentukan Bintara, tentang Pentingnya Persatuan

Pertemuan kali ini memfokuskan pembicaraan tentang pembangunan Kawasan Monumen Bela Negara di Koto Tinggi kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat.

Mengingat monumen ini merupakan tonggak sejarah Pemerintahan Darurat Indonesia (PDRI) karena pada saat itu ibu kota Negara Indonesia jatuh ketangan Belanda pada saat agresi militer Belanda Tahun 1948.

Pengerjaan pembangunan monumen Bela Negara dimulai telah dimulai semenjak Tahun 2012, didahului dengan penyusunan rencana induk hingga seminar nasional, baik di Padang maupun di Jakarta.

Selanjutnya, proses pembangunan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat.

Namun sampai saat ini pembangunan itu tertunda dikarenakan anggaran daerah yang sangat terbatas, sehingga diperlukan percepatan pembangunan di kawasan tersebut dengan bantuan Pemerintah Pusat.

Buya Mahyeldi berharap dan meminta agar ketua MPR RI dapat menjembatani kepada pihak-pihak terkait agar proses kelanjutan  pembangunan dapat berjalan secepatnya.

"Dengan memperingati Hari Bela Negara ke 73 tahun 2021 ini kita mengiginkan adanya perubahan yang signifikan atas pembangunan kawasan Monumen Bela Negara,” ujar Buya Mahyeldi setelah pertemuan.

Baca juga: Menko Polhukam Mahfud MD Dukung Percepatan Pembangunan Monumen Bela Negara di Sumbar

Baca juga: Dorong Percepatan Pembangunan Monumen Bela Negara di Sumbar, Kemenko Polhukam Rapat Bersama Gubernur

Disamping itu Buya Mahyeldi juga secara resmi mengundang Ketua MPR-RI Bambang Soesatyo untuk menghadiri Peringatan Hari Bela Negara ke-73 Tahun 2021 di Koto Tinggi, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat nantinya.

Bambang Soesatyo selaku ketua MPR RI menyambut baik undangan Gubernur Sumatera Barat ini dan akan menjadwalkan untuk menghadiri Peringatan Hari Puncak Peringatan Hari Bela Negara ke-73 tahun 2021ini.

Sementara mengenai percepatan pembangunan kawasan Monument Bela Negara sesuai dengan Inpres Percepatan Penyelesaian Pembangunan Monumen Bela Negara di Provinsi Sumbar ini, ketua MPR RI akan mencoba melakukan follow up kepada pihak terkait untuk mempercepat prosesnya.(*/rls/Ef.Bphb)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved