Breaking News:

Dinas Perdagangan Padang Tunggu Aturan Kemendag Soal Penurunan Harga Minyak Goreng

Dinas Perdagangan Kota Padang menunggu aturan kementrian perdagangan (Kemendag) RI soal penurunan harga minyak goreng yang melonjak naik di pasaran

Penulis: Rima Kurniati | Editor: Mona Triana
TribunPadang.com/Rima Kurniati
Pasar murah digelar selama tiga hari sampai Rabu (17/11/2021) di Halaman Kantor Disdag Padang   

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Dinas Perdagangan Kota Padang menunggu aturan kementrian perdagangan (Kemendag) RI soal penurunan harga minyak goreng yang melonjak naik di pasaran.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan Padang Andree Algamar menanggapi kenaiakan harga minyak goreng di pasaran, Senin (15/11/2021).

Baca juga: Daftar Harga Kebutuhan Pokok Hari Ini, Cek! Data Dinas Perdagangan Lalu ke Pasar Raya Padang

Baca juga: Jadwal Pasar Murah di Kantor Dinas Perdagangan Padang, Tersedia 10 Ribu Lembar Voucher Sembako

Menurut Andree Algamar, operasi pasar murah hanya digelar tiga hari sampai Rabu (17/11/2021).

Meskipun nanti harga minyak goreng belum turun, Disdag Padang tidak akan memperpanjang operasi pasar murah tersebut.

Baca juga: BURUAN Ada Pasar Murah di Halaman Kantor Dinas Perdagangan Padang, Cek Harga Kue Kering Lebaran

Baca juga: Jelang Ramadhan, Dinas Perdagangan Padang Pastikan Ketersedian Kebutuhan Pokok

"Operasi pasar murah ini belum akan diperpanjang," kata Andree Algamar, Senin (15/11/2021).

Menurutnya, Kementerian Perdagangan RI sudah menanggapi kenaikan harga minyak goreng dengan menetapkan harga eceran Rp 14.000 per liter.

Baca juga: Antisipasi Virus Corona, Dinas Perdagangan Kota Padang Semprotkan Disinfektan di Pasar Nanggalo

Baca juga: BREAKING NEWS: Dinas Perdagangan Kota Padang Adakan Operasi Pasar Gular Pasir di Pasar Raya Padang

"Jadi, Kemendag sudah menentapkan harga eceran minyak goreng Rp 14.000 per liter melalui aprindo atau ritel,"

"Sambil menunggu kebijakan itu, kita lakukan operasi pasar murah," ungkapnya

Kata Andree, mudah-mudahan sambil digelar operasi murah ini, kebijakan Kemendag tersebut bisa berdampak turunnya harga minyak goreng di Padang.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Sepeda Motor Kontra Bus di Padang, Korban Tewas Tergilas Ban Belakang

Baca juga: Anak Tega Hilangkan Nyawa Ibunya di Kabupaten Solok, Wali Nagari: Pelaku Tertutup dan Kurang Bergaul

Andree Algamar mengatakan, kenaikan minyak goreng tidak hanya terjadi di Kota Padang malainkan juga di daerah lainnya.

Hal ini disebabkan adanya kenaikan bahan baku yaitu crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah secara internasional.

Baca juga: Satlantas Polres Bukittinggi Bidik Pelanggaran, Utamakan Keselamatan Lalu Lintas & Penanganan Covid

Baca juga: Tiga Kali Tak Dapat Medali, Syeftian Harchanio: Saya Takkan Pernah Berhenti, hingga Berhasil Nanti

Harga CPO naik disebabkan adanya gangguan pasokan minyak nabati dunia yang turun. 

Pasokan minyak nabati dunia turun akibat gangguan produksi canola oil di Kanada dan Argentina karena kekeringan tahun lalu.

Baca juga: Wali Kota Fadly Amran: Pelaksanaan MTQ Makin Kukuhkan Padang Panjang, Sebagai Kota Serambi Mekkah

Berdasarkan data real time harga bahan pokok dari sistem informasi Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Padang, aplikasi Pasarami, harga minyak goreng curah per tanggal 15 November terpantau pada harga 19 ribu per liter. (*)
 

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved