Breaking News:

Berita Tanah Datar

Sempat Nyasar ke Pemukiman Warga, Petugas Tim Damkar Tanah Datar Ringkus Satwa Binturung

etugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Tanah Datar tangkao satwa dilindungi jenis binturong atau Binturung (Arctictis binturong) , yang sempat meresahkan w

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Emil Mahmud
ISTIMEWA/DOK.BKSDA SUMBAR
Satwa dilindungi jenis Binturong diserahkan ke petugas BKSDA oleh Damkar Tanah Datar, Kamis (11/11/2021). 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Tanah Datar tangkao satwa dilindungi jenis binturong atau Binturung (Arctictis binturong) , yang sempat meresahkan warga di Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Satwa ini diamankan oleh petugas Damkar Tanah Datar pada Rabu (10/11/2021) menyusul laporan dari warga Jorong Parak Jua, Nagari Baringin, Kecamatan Limo Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumbar.

Sebelumnya, Rabu sekitar pukul 23.00 WIB, satwa binturong sempat memasuki pemukiman warga.

Lebih lanjut, para petugas Damkar mendatangi lokasi untuk menangkap satwa untuk dibawa ke Kantor Damkar Tanah Datar.

Diduga satwa ini pernah muncul di Jorong Sijangek, Nagari Simpuruik, Kecamatan Sungai Tarap, Kabupaten Tanah Datar, Selasa (9/11/2021).

Kemudian dilakukan pengusiran oleh Tim Gabungan dari Resort Tanah Datar, Damkar, dan Puskeswan.

Baca juga: BKSDA Sumbar Lepasliarkan Trenggiling ke Hutan Konservasi, Suaka Margasatwa Malampah Alahan Panjang

Satwa dilindungi jenis Binturong diserahkan ke petugas BKSDA oleh Damkar Tanah Datar, Kamis (11/11/2021).
Satwa dilindungi jenis Binturong diserahkan ke petugas BKSDA oleh Damkar Tanah Datar, Kamis (11/11/2021). (ISTIMEWA/DOK.BKSDA SUMBAR)

Kepala BKSDA Sumbar, Ardi Andono, mengatakan akhirnya satwa binturong diserahkan ke BKSDA Sumbar melalui Resort Tanah Datar pada Kamis (11/11/2021).

"Kemudian satwa dibawa ke Puskeswan Cubadak untuk dilakukan tindakan medis dan observasi," kata Ardi Andono, Jumat (12/11/2021).

 Ardi Andono mengatakan, satwa ini berjenis kelamin jantan dengan perkiraan 4 tahun. Selain itu, satwa mengalami dehidrasi dan kedua tangannya mengalami luka lecet.

"Terdapat juga luka lecet pada bagian perut. Saat ini, diperlukan waktu untuk pemulihan sehingga dilakukan titip rawat sampai satwa dapat dilepasliarkan kembali pada habitatnya," katan Ardi Andono.

Halaman
12
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved