Breaking News:

Syarat Terbang di Bandara Internasional Minangkabau saat PPKM, Wajib Membawa Kartu Vaksin dan PCR

Syarat perjalanan untuk pesawat atau transportasi udara di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) masih menggunakan PCR.

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Mona Triana
TribunPadang.com/RizkaDesriYusfita
Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang Pariaman, Sumbar 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Syarat perjalanan untuk pesawat atau transportasi udara di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) masih menggunakan PCR.

Executive General Manager Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Yos Suwagiono mengatakan, belum ada perubahan aturan untuk penerbangan terutama ke luar daerah.

"Masih berlaku PCR dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam," kata Yos, Selasa (5/10/2021).

Baca juga: Kelompok Koresponden DW Seusai Evakuasi dari Afganistan tiba di Bandara Leipzig, Jerman

Baca juga: Bandara Internasional Minangkabau Resmi Gunakan Layanan Nontunai pada Gerbang Masuk Bandara

Selain itu penumpang juga wajib membawa kartu vaksinasi (setidaknya vaksinasi pertama) sebagai persyaratan perjalanan.

Untuk penumpang berusia di bawah 12 tahun untuk sementara waktu tidak diperkenankan melakukan perjalanan dalam negeri antar batas wilayah administrasi provinsi/kabupaten/kota.

"Memang di bawah 12 tahun masih dilarang, tapi jika ada keperluan keluarga misal ada keluarga yang meninggal atau orangtuanya pindah tugas, itu masih dibolehkan," ujar Yos.

Baca juga: Mudik Dilarang 6-17 Mei, Siapa yang Boleh Lakukan Perjalanan di Bandara Internasional Minangkabau?

Baca juga: Mulai Hari Ini Bandara Internasional Minangkabau Terapkan Tes GeNose C19, Penumpang: Lebih Mudah

Baca juga: Pantangan Sebelum Tes Covid-19 Pakai GeNose C19 di Bandara Internasional Minangkabau

Sementara untuk menunjukkan syarat naik pesawat terbaru seperti sertifikat vaksin beserta hasil tes PCR, masyarakat dapat menggunakan aplikasi PeduliLindungi. 

Yos menyebut, penumpang di Bandara Internasional Minangkabau naik sebesar 10 persen meskipun adanya pengetatan penumpang pesawat.

"Tapi naiknya tidak signifikan, biasanya 1.000-1.500 sehari, sekarang 1.500 sampai 2.000," kata Yos. (*)
 

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved