Breaking News:

BMKG sebut Padang, Padang Pariaman dan Pesisir Selatan Dilanda Hujan Ekstrem, Ini Penyebabnya

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Padang Pariaman menyebut cuaca ekstrem atau hujan intensitas lebat dengan durasi cukup lama diser

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Mona Triana
ISTIMEWA/DOK.KEPALA BPBD PESSEL
Hujan deras yang mengguyur pada Rabu (29/9/2021) menyebabkan terjadinya longsor di jalan lintas Painan - Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumbar. 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Padang Pariaman menyebut cuaca ekstrem atau hujan intensitas lebat dengan durasi cukup lama disertai kilat hingga angin kencang melanda sejumlah daerah di Sumbar.

"Untuk di Kota Padang, Padang Pariaman, Pesisir Selatan dan sekitarnya dari data yang kami himpun sudah masuk dalam kategori ekstrem," kata Kepala seksi observasi dan informasi BMKG Padang Pariaman Yudha Nugraha, Kamis (30/9/2021).

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Hari Ini: Waspada Hujan Lebat di Padang dan Sejumlah Daerah Sumbar

Baca juga: Peringatan Dini BMKG: Waspada Hujan Lebat di Padang dan 12 Daerah Sumbar

Yudha menyampaikan, hujan ekstrem tersebut diperkirakan berpotensi menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor yang dapat membahayakan publik. 

Sementara hujan lebat disertai kilat atau petir dan gelombang tinggi sangat membahayakan pelayaran dan penerbangan.

"Penyebabnya dari analisa kami adanya pola gangguan cuaca MJO yang masih aktif di bagian barat Indonesia," jelas Yudha.

Baca juga: Peringatan Dini BMKG: Waspada Hujan Lebat Disertai Petir dan Kilat di Sejumlah Daerah Sumbar

Baca juga: Longsor di Lubuk Paraku Setelah Hujan Lebat, BMKG Sebut Masih Ada Potensi Hujan Intensitas Sedang

Kemudian adanya pola tekanan rendah di Samudera Hindia, pola pertemuan/konvergensi angin timuran di Sumbar, dan suhu muka laut juga cenderung hangat di perairan Samudera Hindia.

Sehingga suplai uap air yang signifikan sebagai indikasi mulai memasuki musim hujan. 

"Untuk curah hujan yang kami amati hingga pukul 07.00 WIB di BIM 250 milimeter, Teluk Bayur 210 milimeter, Padang Pariaman 169 milimeter, dimana seluruhnya termasuk kategori ekstrem atau melebihi 150 milimeter/24 jam," ungkap Yudha.

Baca juga: Peringatan Dini BMKG: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di Padang dan Sejumlah Daerah Sumbar

Baca juga: Peringatan Dini BMKG: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di Payakumbuh dan 11 Daerah Sumbar

Berdasarkan laporan BPBD, kata Yudha, Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman merupakan daerah yang paling terdampak dengan terjadi bencana banjir, genangan, pohon tumbang dan banjir bandang di beberapa titik di kota atau kabupaten tersebut.

Ia mengimbau masyarakat tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem tersebut. (*)
 

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved