Breaking News:

Warga Sijunjung Hanyut di Sungai

Korban Hanyut di Sijunjung Ditemukan 8 Km dari Lokasi Dilaporkan Hilang

Korban bernama Candra (42) yang merupakan warga Tanjung Palu, Kabupaten Sijunjung, ditemukan dengan jarak 8 kilometer dari lokasi awal kejadian.

Penulis: Rezi Azwar | Editor: afrizal
Ist Pos SAR 50 Kota
Petugas Tim SAR saat melakukan proses evakuasi korban hanyut di sungai Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Senin (27/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, SIJUNJUNG- Tim SAR berhasil menemukan warga yang dilaporkan hanyut di sungai di Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). 

Korban bernama Candra (42) yang merupakan warga Tanjung Palu, Kabupaten Sijunjung, ditemukan dengan jarak 8 kilometer dari lokasi awal kejadian.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Lima Puluh Kota, Robi Saputra, mengatakan korban ditemukan di Nagari Pamuatan, Kecamatan Kutipan, Kabupaten Sijunjung, Sumbar.

Baca juga: Tim SAR Tutup Operasi Pencarian Warga Sijunjung yang Hanyut di Sungai, Korban Sudah Ditemukan

Baca juga: Warga Sijunjung yang Dilaporkan Hanyut saat Pulang Berburu Ditemukan Tim SAR Kondisi Meninggal Dunia

"Korban ditemukan kurang lebih 8 kilometer dari lokasi kejadian dengan kondisi mengembang," kata Robi Saputra, Senin (27/9/2021).

Korban ditemukan sudah tidak bernyawa pencarian hari ketiga.

Robi Saputra, mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 07.35 WIB dan langsung dievakuasi menggunakan kantong jenazah.

Kata dia, awalnya pihaknya melakukan persiapan pencarian sekitar pukul 07.00 WIB.

Namun, karena cuaca sedang hujan ringan, akhirnya dilakukan penyisiran sekitar lokasi hilang.

"Korban akhirnya ditemukan dengan kondisi meninggal dunia di Nagari Pamuatan, Kecamatan Kupitan," ujarnya.

Setelah dievakuasi, korban dibawa ke Puskesmas Kupitan.

Sebelumnya, pada pencarian hari kedua terhadap korban dilakukan penutupan sementara waktu.

Baca juga: 6 Anak Bawah Umur Bongkar Rumah Warga di 5 TKP, Beraksi 4 Hari Berturut-turut di Kabupaten Sijunjung

Baca juga: Banjir Rendam Kinali Kabupaten Pasaman Barat, Tim SAR Sempat Evakuasi 180 Warga

"Hambatan kita dalam melakukan pencarian hari kedua adalah kondisi air saat ini masih keruh," kata Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Lima Puluh Kota, Robi Saputra, Minggu (26/9/2021).

Ia mengatakan, jarak pandang untuk melakukan penyelaman masih terbatas akibat air sungai yang masih keruh.

Pihaknya sudah melakukan penyelaman pada pencarian hari kedua dengan manual atau dilakukan hanya dengan perabaan.(*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved