Breaking News:

Apakah Perbedaan Seni Rupa Murni dan Terapan, Jelaskan Letak dan Tujuan serta Contohnya

HINGGA kini ada dua macam seni rupa, yaitu seni rupa murni dan terapan, yang satu sama lainnya memiliki kekhasan masing-masing.

Editor: Emil Mahmud
TRIBUN JABAR/BUKBIS CANDRA ISMET BEY
Ilustrasi: Gerabah merupakan contoh karya seni rupa terapan. 

Keindahan dalam karya seni dapat mempengaruhi emosi dari penikmat seni serta memberikan pemaknaan yang berbeda-beda pada tiap orang.

Baca juga: Sebutkanlah Ciri-ciri Umum dari Karya Seni Rupa Daerah!

4. Bidang atau Shape

Bidang adalah unsur seni rupa yang berupa bangunan atau shape.

Bidang yang dimaksud meliputi bidang dalam unsur matematika seperti segitiga, kotak, kubis, lingkaran, dan sebagainya. 

5. Warna

Warna dalam karya seni rupa adalah unsur yang penting dalam menciptakan kesan visual.

Unsur ini dimanfaatkan seniman untuk menciptakan karya seni dengan unsur keindahan.

Selain itu, warna dapat mempengaruhi kesan dari karya seni rupa terapan tersebut.

6. Gelap terang atau Value

Setiap karya seni memiliki unsur gelap terang.

Value atau gelap terang adalah unsur yang memperkuat unsur lain, terutama warna.

Karya seni yang memiliki warna gelap dapat memberi kesan suram dan sedih.

Sementara karya seni yang menggunakan warna terang dapat membawa kesan ceria dan semangat.

Baca juga: Sebutkanlah Berbagai Jenis dari Karya Seni Rupa Daerah yang Ada di Indonesia yang Kamu Ketahui!

Contoh Karya Seni Rupa Terapan

Dikutip dari Visual Art Cork, ada beberapa klasifikasi seni rupa terapan, yaitu:

- Desain industri

- Desain busana

- Desain interior

- Seni grafis dan desain (termasuk komputer grafis)

- Seni dekoratif (misalnya furnitur, karpet, permadani, bordir, batik)

- Perhiasan

- Logam mulia

- Tembikar

- Keranjang

- Seni mosaik

- Seni barang keramik dan gerabah

- Manuskrip iluminasi

- Ilustrasi buku

Baca juga: Sebutkan 3 Contoh Seni Rupa Terapan yang Ada di Sekitar Daerahmu!

Perbedaan Seni Rupa Terapan dan Seni Rupa Murni

Berikut ini perbedaan seni rupa murni dan terapan, dikutip dari gramedia.com:

1. Seni Rupa Terapan (Applied Art)

Seni rupa terapan lebih mengedepankan nilai efektifitas fungsi dan kegunaan.

Seorang seniman perlu mempertimbangkan nilai fungsi dari karya seni tersebut sebelum membuatnya.

Sehingga, seniman harus melihat pada kebutuhan pasar dan tanpa meninggalkan nilai estetika.

Karya seni rupa terapan tidak memerlukan pesan ekstrinsik di dalam hasil karya seni.

Beberapa contoh karya seni rupa terapan yang sering dijumpai adalah tembikar, karpet, gerabah, fotografi, dan lain-lain.

2. Seni Rupa Murni (Fine Art)

Seni rupa murni lebih mengutamakan unsur keindahan.

Seniman dari karya seni rupa murni bebas mengekspresikan perasaan melalui karya mereka.

Mereka tidak perlu mengikuti tren pasar karena tujuan utama seni rupa murni adalah kepuasan batin.

Jadi, tujuan dari penciptaan karya seni rupa murni adalah menciptakan objek estetika yang dihargai karena kualitasnya yang bagus dan unik.

Seni rupa murni memiliki lima kategori disiplin ilmu yang berbeda yaitu sastra, drama, lukisan, patung dan musik.

Contoh seni rupa murni dapat dilihat pada lukisan Monalisa karya Leonardo Da Vinci, pahatan Pieta karya Michaelangelo, drama-drama Shakespeare, musik karya Beethoven, karya sastra Bram Stoker dan lain-lain.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Berita lain terkait Materi Sekolah

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved