Breaking News:

APBD Perubahan Padang 2021 Disepakati Rp 2,526 Triliun, Defisit Mencapai Rp 70,8 Miliar

Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) perubahan Kota Padang tahun 2021 disepakati pada paripurna di DPRD Padang, Senin (20/9/2021).

Penulis: Rima Kurniati | Editor: Saridal Maijar
TRIBUNPADANG.COM/RIMA KURNIATI
Rapat paripurna penyampaian padangan akhir fraksi terhadap APBD perubahan, Senin (20/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) perubahan Kota Padang tahun 2021 disepakati pada paripurna di DPRD Padang, Senin (20/9/2021).

APBD Padang pada perubahan APBD 2021 ini mengalami penurunan.

Penyebabnya, berkurangnnya pendapatan transfer dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi Sumbar serta berkurangnya targetan pendapatan daerah.

Baca juga: Propemperda Tahun 2021 Disepakati: Total 19 Usulan Pemko Padang dan 8 Usulan DPRD

APBD Perubahan tahun 2021 ini mengalami penurunan 7 persen atau sebesar Rp 99, 8 M, dari target awal yang diperoyeksikan sebesar Rp 2,626 triliun menjadi Rp 2,526 triliun.

Sementara itu perubahan belanja daerah pada APBD perubahan 2021 juga mengalami penurunan.

Belanja daerah sebesar Rp 2,597 triliun. Jumlah ini turun Rp 51,921 miliar atau 2 persen dari pagu belanja daerah pada APBD awal tahun 2021 Rp 2,649 triliun.

Rendahnya pendapatan daerah dibandingkan dengan belanja daerah mengakibatkan terjadinya defisit anggaran pada APBD Perubahan sebesar Rp 70,8 miliar.

Baca juga: UPDATE Corona Sumbar 21 September 2021 Pagi, Sudah 88.796 Warga Terinfeksi Covid-19

Jika dibandingkan APBD induk hanya mengalami defisit sebesar Rp 23 M, maka terjadi penambahan defisit anggaran Rp 47 M.

Selain itu, targetan pendapatan asli daerah Kota Padang juga mengalami pengurangan 67 persen atau Rp 59,9 miliar.

Wali Kota Padang Hendri Septa mengaku, akan memaksimalkan pendapatan daerah melalui pajak dengan menggunakan taping box kerja sama dengan Bank Nagari.

Baca juga: Polisi Dalami Kasus Tabrakan Beruntun di Sungai Pua, untuk Tetapkan Status Hukum Sopir Truk Tronton

"Mudah-mudahan dengan ini, kita bisa mencapai targetan pendapatan dalam tiga bulan," ungkapnya.

Hendri Septa mengatakan, bekaca dengan daerah lain, penggunaan tapping box bisa meningkatkan pendapatan daerah hinggal 60 persen.

"Dengan meningkatkan pendapatan pajak, pendapatan bisa meningkat sebab pajak pendapatan terbesar, selebihnya hanya retribusi saja," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved