Breaking News:

Defisit APBD Perubahan Sumbar 2021, Anggaran Pembangunan Stadion Utama Sikabu Dihapus

Pemerintah Provinsi bersama DPRD Sumatera Barat (Sumbar) akan mencarikan solusi untuk menutupi defisit anggaran dalam APBD P 2021 yang mencapai Rp27 m

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Saridal Maijar
TRIBUNPADANG.COM/RIZKA DESRI YUSFITA
Paripurna pengambilan keputusan KUPA-PPAS Perubahan tahun 2021 di Padang, Senin (13/9/2021). 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pemerintah Provinsi bersama DPRD Sumatera Barat (Sumbar) akan mencarikan solusi untuk menutupi defisit anggaran dalam APBD P 2021 yang mencapai Rp27 miliar.

"Kita cari solusi bersama untuk hal ini. Mungkin ada anggaran pembangunan yang bisa dialihkan atau minta bantuan dari pemerintah pusat lewat APBN," kata Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy usai Paripurna Pengambilan keputusan KUPA-PPAS Perubahan tahun 2021 di Padang, Senin (13/9/2021).

Wagub menyebut sudah bertemu dengan Menteri Bappenas dan Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri untuk menjajaki kemungkinan anggaran kegiatan yang bisa meminimalisasi defisit APBD P 2021.

Beberapa langkah juga sudah diambil untuk mengurangi defisit tersebut diantaranya dengan menghapus anggaran pembangunan Stadion Utama Sikabu Padang Pariaman dengan mengalihkan aset ke Bappenas lewat SBSN.

Baca juga: Gencarkan Vaksinasi Pelajar, Wagub Sumbar Audy Harap Pembelajaran Tatap Muka Segera Dilaksanakan

"Kita juga akan coba evaluasi anggaran lain di dinas, atau menangguhkan pembangunan lain yang sifatnya non esensial," ujar Audy

Meski demikian, Audy mengatakan defisit APBD P 2021 Sumbar yang mencapai Rp27 miliar itu relatif lebih kecil dari defisit yang terjadi di daerah lain sehingga tetap patut untuk disyukuri.

Sementara itu Ketua DPRD Sumbar Supardi mengatakan dalam rancangan KUPA-PPAS Perubahan Tahun 2021 sebelumnya terdapat defisit anggaran murni setelah dikurangi dengan kelebihan SILPA tahun 2020 sebesar Rp91 miliar.

Baca juga: Polres Bukittinggi Turunkan Tim INAFIS Selidiki Penyebab Kebakaran di Pasar Baso

Dalam pembahasan untuk penyeimbangan yang dilakukan kemudian TAPD berupaya mengoptimalkan pendapatan daerah serta melakukan rasionalisasi belanja kegiatan yang kurang mendesak sehingga defisit anggaran bisa ditekan hingga Rp 27 miliar.

"Ini tentu pekerjaan berat yang harus dikerjakan oleh Badan Anggaran dan TAPD untuk menyeimbangkan kembali neraca keuangan pada KUA-PPAS Perubahan tahun 2021," kata Supardi. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved