PON Papua 2021

Terkait Dampak Keterlambatan Uang Transport Atlet Sumbar, Ini Kata Psikolog Olahraga UNP

Kabar keterlambatan uang saku atau sering disebut uang transport atlet oleh KONI Sumbar ternyata mempengaruhi psikologis para atlet yang sedang melaku

Penulis: Panji Rahmat | Editor: Mona Triana
TRIBUNPADANG.COM/RAHMAT PANJI
Para kenshi sedang melakukan TC intensif di Padang. 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rahmat Panji

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kabar keterlambatan uang saku atau sering disebut uang transport atlet oleh KONI Sumbar ternyata mempengaruhi psikologis para atlet yang sedang melakukan persiapan PON Papua 2021.

Sebelumnya kendala ini disampaikan oleh pelatih kempo Sumbar Burhendra, bahwa uang transport para kenshi sudah mengalami keterlambatan pembayaran sejak 3 bulan terakhir.

Ahli psikologi olahraga UNP, Free Dirga, mengatakan keterlambatan pembayaran gaji atau disebut uang transport akan mempengaruhi motivasi eksternal atlet.

Dosen psikologi Universitas Negeri Padang (UNP) itu membeberkan bahwa motivasi atlet itu berasal dari internal dan eksternal.

Baca juga: Angkat Berat Sumbar Kirimkan 5 Lifter untuk 5 Nomor di PON Papua 2021, Ini Nama-namanya

Baca juga: Cabor Kempo Sumbar Kirim 9 Kenshi Ikuti 5 Nomor Pertandingan di PON Papua 2021, Target Medali Emas

"Keterlambatan pembayaran gaji atau uang saku ini bisa dikategorikan sebagai motivasi eksternal atlet," ucap pria berkacamata itu.

Apalagi durasi keterlambatan ini sudah terjadi selama 3 bulan terakhir, baginya ini sudah sangat jelas sekali mengganggu persiapan atlet.

"Tiga bulan tidak mendapatkan uang transport pasti akan membuat para atlet tersebut was-was dan tidak tenang," terang penyuka sepak bola itu.

Baca juga: Persiapan PON Papua 2021, Cabor Karate Sumbar Keluhkan Pencairan Dana yang Lambat

Baca juga: Cabor Karate Sumbar Kedatangan Karateka Bengkulu, Lakukan Uji Coba Jelang PON Papua 2021

Sehingga kecemasan dari para atlet yang sedang melakukan persiapan ini berdampak pada psikologisnya.

Ia juga menambahkan saat ini gelaran PON hanya menyisikan waktu kurang 1 bulan.

"Atlet yang sebelumnya sudah melakukan latihan giat bisa saja jadi bermalas-malasan karena persoalan ini," sebutnya.

Baca juga: Gantole Sumbar Targetkan Minimal 2 Emas di PON Papua 2021, Philips: Saingan Kita Pastinya Jawa Barat

Baca juga: Atlet Gantole Sumbar Terkendala Sarana dan Tempat Latihan Cross Country untuk PON Papua 2021

Tidak berhenti disitu keterlambatan ini juga akan membuat kepercayaan para atlet terkikis pada pengurus atau manajemen bersangkutan.

"Jika keterlambatan ini bersumber dari KONI Sumbar saya rasa pengurus cabor dan pelatih harus bisa menalangi persoalan ini secepatnya," paparnya.

Baginya dengan usaha tersebut semangat berlatih atlet bisa kembali muncul sehingga membuahkan prestasi nantinya.

Baca juga: Cabor Gantole Sumbar Kirim 4 Atlet Ikut PON Papua 2021

Baca juga: Atlet Gantole Sumbar Sulit Prediksi Siapa Pesaing Terberat di PON Papua 2021

"Atau bisa juga pengurus dan pelatih memberi iming-iming atau angin segar terkait waktu pencairan dana, " ujarnya saat ditemui Rabu (8/9/2021).

Ia mencontohkan para pelatih bisa saja mengabarkan bahwa informasi terkini dari KONI uang transport akan keluar dalam beberapa waktu lagi.

Tapi secara keseluruhan Free yakin motivasi internal atlet seharusnya sudah sangat matang.

"Melihat persiapan yang sudah berbulan-bulan tentu secara motivasi internal atlet sudah matang, sekarang PRnya adalah menjaga motivasi eksternal atlet," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved