Breaking News:

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Ungkap Hari tanpa Bayangan, Ini Daftar Wilayah dan Waktu

LAPAN atau Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional menyebutkan bahwa mulai Senin (6/9/2021) hingga Kamis (21/10/2021) akan terja

Editor: Emil Mahmud
WARTA KOTA/YOSIA MARGARETTA
Warga membuktikan langsung hari tanpa bayangan yang diinformasikan BMKG, Selasa (9/10/2018). 

LAPAN atau Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional menyebutkan bahwa mulai Senin (6/9/2021) hingga Kamis (21/10/2021) akan terjadi hari tanpa bayangan.

Dikutip dari lapan.go.id, kejadian ini merupakan fenomena alam, karena pengaruh pergerakan matahari.

Saat peristiwa itu terjadi, matahari berada tepat di atas kepala sehingga bayangan tidak condong kemanapun.

Letak Indonesia yang dibelah Garis Khatulistiwa membuat matahari bisa berada di atas Indonesia dua kali setahun.

Pertama terjadi sejak akhir Februari hingga awal April, dan kali kedua terjadi pada bulan September hingga Oktober.

Baca juga: E-Scooter Hasil Rancangan BMW Motorrad, Sepeda Motor Listrik Berdesain Futuristik nan Elegan

Hari Tanpa Bayangan yang terjadi di DI Yogyakarta pada Minggu (28/2/2021) pukul 11.51 WIB.
Hari Tanpa Bayangan yang terjadi di DI Yogyakarta pada Minggu (28/2/2021) pukul 11.51 WIB. (Koordinator Bidang Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG, Hendra Suwarta Suprihatin)

"Ketika posisi matahari berada di atas Indonesia, tidak ada bayangan yang terbentuk oleh benda tegak tak berongga saat tengah hari."

"Sehingga fenomena ini dapat disebut sebagai hari tanpa bayangan," kata Andi Pangerangm Peneliti Pusat Sains dan Antariksa, LAPAN.

Kota-kota yang berada di antara dua garis, yaitu garis balik utara (Tropic of Cancer; 23,4 derajat Lintang Utara) dan garis balik selatan (Tropic of Capricorn; 23,4 derajat Lintang Selatan) akan mengalami fenomena alam ini sebanyak dua kali dalam setahun.

Sementara, kota-kota yang berada tepat di garis balik utara dan selatan hanya akan mengalami fenomena alam ini sebanyak sekali dalam setahun.

Masyarakat bisa mengamati fenomena alam ini dengan cara menggunakan benda yang bisa berdiri tegak di permukaan rata.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved