Jokowi Soroti Sumbar dan 4 Provinsi Lainnya soal Peningkatan Kasus Covid-19 Selama PPKM
Presiden Joko Widodo menyoroti Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dan empat provinsi lainnya selama PPKM Level 4.
"Yang turun saya lihat dua hari kemarin, Kaltim dan Papua, tapi hati-hati, ini selalu naik dan turun, " lanjut Jokowi.
Selain kelima daerah itu, Jokowi juga mewanti-wanti wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) soal kenaikan kasus Covid-19.
"Dan yang perlu hati-hati, NTT. NTT hati-hati. Saya lihat dalam seminggu kemarin, tanggal 1 Agustus, NTT itu masih 886 (kasus aktif)."
"(Tanggal) 2 Agustus, 410 kasus baru. Tanggal 3 (Agustus) 608 kasus baru."
"Tanggal 4 (Agustus) 530 (kasus baru). Tetapi lihat di tanggal 6 (Agustus) kemarin, 3.598 (kasus baru)," jelasnya.
Minta Jajaran Kepala Daerah dan TNI-Polri Lakukan 3 Hal
Terkait hal itu, Jokowi pun meminta jajarannya untuk segera merespon cepat situasi ini dengan melakukan 3 hal.
Pertama, ia memerintahkan semua kepala daerah, TNI dan Polri untuk membatasi mobilitas warga.
"Kalau kasusnya sudah gede seperti itu, mobilitas masyarakat harus direm."
"Yang pertama yang paling penting, ini Gubernur semua harus tahu, Pangdam, Kapolda, semua harus tahu. Artinya mobilitas manusianya yang direm. Paling tidak dua minggu," jelasnya.
Kedua, Jokowi meminta Panglima TNI untuk menggencarkan testing dan tracing pada masyarakat.
Sehingga, mereka yang kontak erat dengan orang yang terkonfirmasi positif bisa segera ditemukan dan dipisahkan, agar tak kasus Covi-19 tak menyebar luas.
"Merespon secara cepat. Karena ini berkaitan dengan kecepatan. Kalau ndak, orang yang punya kasus positif sudah ke mana-mana, menyebar ke mana-mana. Segera temukan."
"Yang kedua testing dan tracing, sekali lagi, segera temukan. Dites ketemu, di-tracing dia kontak dengan siapa," tutur Presiden.
Ketiga, Jokowi memerintahkan seluruh kepala daerah untuk membawa pasien Covid-19 yang menjalani solasi mandiri (isoman) bisa masuk ke dalam tempat isolasi terpusat (isoter).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/sebanyak-18-lembaga-negara-telah-resmi-dibubarkan-oleh-presiden-jokowi-berikut-daftarnya.jpg)