Corona Sumbar
Pemprov Pastikan Ketersediaan Oksigen di Sumbar Cukup, Kadinkes: Ada Pasokan yang Akan Masuk
Ternyata ada selisih. Makanya kita pastikan ke supplier atau penyedia, berapa setiap harinya mereka dapat suplai sehingga bisa dipantau
Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: afrizal
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar memastikan ketersediaan oksigen di daerah itu.
Sebab, terdapat selisih antara stok oksigen di rumah sakit dengan yang dibutuhkan untuk pelayanan.
"Ternyata ada selisih. Makanya kita pastikan ke supplier atau penyedia, berapa setiap harinya mereka dapat suplai sehingga bisa dipantau," kata Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Arry Yuswandi, Sabtu (31/7/2021).
Baca juga: BOR Rumah Sakit di Sumbar Capai 76,99 Persen, Pemprov Upayakan Tambah Kapasitas Tempat Tidur
Baca juga: Angka Kasus Covid-19 di Agam Tinggi, Plt Kadis Kesehatan: Tersebar di 12 Kecamatan
Terkait kebutuhan oksigen, Arry menggambarkan kebutuhan oksigen liquid 506 M3 sehari, tabung kecil 100 M3 sehari, tabung sedang 56 M3 dan tabung besar 15.650 M3.
Kebutuhan itu diantisipasi dari bantuan tiga provinsi yang diupayakan masing-masing Riau, Sumsel dan Sumut.
Selain itu juga diminta enam distributor untuk mengutamakan kebutuhan rumah sakit.
"Bantuan oksigen dari Riau masih berproses. Kita kembali mengirim surat ke Gubernur Riau, mekanismenya tidak mudah karena tidak mungkin digratiskan terus."
"Mereka butuh biaya juga, untuk distribusi diperkirakan Rp2.000 per kilogram," terang Arry.
Terkait ketersediaan bantuan liquid oksigen sebanyak 30 ton dari Riau, Arry menyebutkan sisanya hanya 340 tabung.
Jumlah itu bisa dimanfaatkan untuk beberapa hari ke depan.
Pemprov, katanya, sudah melakukan redistribusi, bagi rumah sakit yang tidak membutuhkan oksigen dalam jumlah banyak, dialihkan ke RS yang butuh banyak.
"Ada beberapa pasokan oksigen yang akan masuk. Itu yang kita pastikan," tutur Arry.
Khusus untuk ketersediaan oksigen, Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan telah membentuk Satgas oksigen yang berfungsi untuk memetakan kebutuhan serta distribusi oksigen dari daerah atau provinsi yang bersedia membantu ke Sumbar.
Satgas yang dipimpin oleh asisten II Setdaprov Sumbar itu membawahi Dinas Kesehatan untuk memetakan kebutuhan oksigen dan Dinas Perindustrian dan perdagangan untuk distribusi.
"Satgas ini harus bekerja secepatnya sehingga tidak terjadi lagi kekurangan oksigen untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit yang merawat pasien COVID-19," kata Mahyeldi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/tabung-petugas.jpg)