Breaking News:

Pariaman

Inovasi di Tengah Pandemi Disparbud Kota Pariaman Gelar Penampilan Seni via Live Streaming

Kadisparbud Kota Pariaman Dwi MarhenYono mengatakan bahwa live streaming pegelaran seni tersebut sudah dilakukan  sejak bulan Juli 2021.

Penulis: Wahyu Bahar | Editor: afrizal
TribunPadang.com/WahyuBahar
Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Dwi Marhen Yono saat dijumpai wartawan di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Pariaman. Senin (26/7/2021) siang. 

Laporan wartawan TribunPadang.com, Wahyu Bahar

TRIBUNPADANG.COM, PARIAMAN- Di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Pariaman melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) punya inovasi tersendiri berupa program kesenian yang ditampilkan anak-anak di daerah tersebut.

Kadisparbud Kota Pariaman Dwi MarhenYono mengatakan bahwa live streaming pegelaran seni tersebut sudah dilakukan  sejak bulan Juli 2021.

“Bagaimana kita menyiapkan tontonan seni budaya tidak secara langsung, tapi via live streaming yang kita lakukan setiap hari sabtu, sehingga kita memanfaatkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk promosi kebudayaan daerah,” ujar Marhen saat ditemui wartawan Senin (26/7/2021) siang.

Baca juga: PPKM Mikro Pariaman Berakhir, Objek Wisata Kembali Dibuka Mulai Hari Ini

Baca juga: Penumpang Kereta Api Padang-Pariaman Kini Bisa Vaksinasi di Stasiun, Simak Syarat dan Jadwalnya

Ia menambahkan, inovasi tersebut dilakukan seiring Kota Pariaman sempat berada di zona merah situasi pandemi Covid-19.

“Kita laksanakan di Rumah Tabuik Basa, yang menonton langsung hanya orang tua dari penampil seni saja,” ucap dia.

Dengan begitu, wisatawan tidak bisa melihat langsung, namun dapat menontonnya via siaran streaming.

“Tontonan seni tersebut bisa disaksikan melalui media Instagram, Facebook, dan Kanal Youtube pariamantourism,” terang Marhen.

Inovasi tersebut, jelas Marhen juga berdampak baik di tengah pandemi Covid-19.

Anak-anak tetap bisa berkreasi di tengah rasa, bosan di rumah akibat pandemi.

Ia juga punya program promosi wisata di tengah pandemi, yaitu mengadakan perlombaan video kreatif.

Marhen juga sebut Sekolah Tinggi Ilmu Baruak sebagai sesuatu yang luar biasa setelah dikemas dengan baik oleh pihaknya, serta pihak-pihak terkait.

“Bagaimana sesuatu yang dulunya dianggap biasa menjadi luar biasa seperti STIB itu, menurut orang lain biasa, setelah kita kemas menjadi STIB ternyata dampaknya luar biasa.”

“Wisatawan dari China juga sempat berkunjung ke Pariaman bukan untuk menikmati wisata pantai, namun ingin melihat beruk yang ada di STIB,” pungkas Marhen.(*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved