Breaking News:

Idul Adha 2021

Pelaksanaan Idul Adha 2021 di Padang, Ketua MUI: Usai Salat, Jemaah Diminta Langsung Pulang

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang, Japeri mengatakan, pelaksanaan Salat Idul Adha di Padang merujuk pada surat edaran pemerintah daerah.

Penulis: Rima Kurniati | Editor: Saridal Maijar
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Ilustrasi Hari Raya Idul Adha 2021 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang, Japeri mengatakan, pelaksanaan Salat Idul Adha di Padang merujuk pada surat edaran pemerintah daerah.

Surat edaran pemerintah Kota Padang ini sudah disosialisasikan, sebagian besar arahannya sama dengan edaran Menteri Agama.

"Salat Idul Adha disilakan dilakukan di masjid/musala dengan syarat wajib melaksanakan protokol kesehatan," kata Japeri, Senin (19/7/2021).

Baca juga: 4 Rumah Permanen Terbakar Dini Hari di Kota Padang, Polisi Menduga Akibat Korsleting Listrik

Japeri mengatakan, salat Idul Adha wajib menerapkan 3M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak saff salat.

Setelah salat digelar, jemaah diminta untuk langsung pulang ke rumah masing-masing, tanpa mengobrol lama-lama di masjid.

"Segera pulang setelah salat, tidak mengobrol lama-lama, supaya tidak terimbas dengan virus ini," kata Japeri.

Kemudian pelaksanaan khutbah juga diperpendek paling lama hanya 15 menit saja.

Baca juga: 25 Twibbon Idul Adha 2021 Desain Terbaik, Frame Pilihan Ucapan Selamat Hari Raya di Twibbonize.com

Japeri mengatakan, pelaksanaan salat Idul Adha hanya dibolehkan di masjid/mushala terdekat.

Menurutnya, warga yang mengalami demam dan gejala covid-19 lainnya, diminta untuk tetap salat di rumah saja.

"Ketentuan ini sudah sering kita sosialisasikan kepada pengurus masjid. Sebagian masjid saat ini juga sudah mulai mengatur saff salat kembali," tambahnya.

Baca juga: KUMPULAN Bingkai Foto Lebaran Idul Adha 2021 Dapat Dibagikan ke Media Sosial, Pilih di Twibbonize

Sementara itu, pelaksaan penyembelihan kurban hanya dihadiri panitia dan peserta kurban saja, dengan protokes.

"Panitia kurban sudah dibagi paling banyak 5 orang," ungkapnya.

Sementara pembagiannya dengan membagikan pada tempat yang luas dan menjaga jarak.

"Kedua bisa juga panitia dan ketua RT mengantarkan langsung ke rumah penerima," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved