Breaking News:

Advertorial

Cerita Nakes yang Selama Lebih Setahun, Bertugas di Ruang Isolasi IGD SPH

Tanpa terasa, hingga saat ini ternyata Covid-19 telah ada di Indonesia lebih dari setahun yang lalu.

Editor: Emil Mahmud
ISTIMEWA/DOK.HUMAS PT SEMEN PADANG
Seorang Tenaga Kesehatan (Nakes) ruang isolasi IGD SPH, Muhammad Qadafi 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Tanpa terasa, hingga saat ini ternyata Covid-19 telah ada di Indonesia lebih dari setahun yang lalu.

Menyusul masuknya virus tersebut, tenaga kesehatan (nakes) diharapkan menjadi salah satu garda terdepan dalam penanganan virus tersebut.

Dalam bertugas dan menangani Covid-19 , banyak nakes yang mengalami suka duka saat menangani pasien di rumah sakit yang terinfeksi virus corona.

Salah seorang nakes ruang isolasi IGD SPH, Muhammad Qadafi mengungkapkan, ia merupakan seorang nakes biasa di ruang IGD Semen Padang Hospital atau SPH sebelum Covid-19 masuk ke Indonesia.

Namun kondisi itu berubah saat virus itu telah sampai dan masuk ke daerahnya sendiri, di Kota Padang.

Sehingga, SPH sebagai rumah sakit tempatnya bekerja juga menjadi salah satu rumah sakit yang menangani pasien Covid-19 di Sumbar.

Ia dan teman nakesnya yang lain di SPH, terutama yang di IGD, juga diminta untuk siap menangani pasien Covid-19 di ruang isolasi IGD SPH.

Seorang Tenaga Kesehatan (Nakes) ruang isolasi IGD SPH, Muhammad Qadafi
Seorang Tenaga Kesehatan (Nakes) ruang isolasi IGD SPH, Muhammad Qadafi (ISTIMEWA/DOK.HUMAS PT SEMEN PADANG)

Baca juga: Hari Ini - Pemain Semen Padang FC Jalani Medical Check Up di SPH, Jadwal Tetap Latihan Sore

Baca juga: Selama Pandemi, Pembayaran Berobat di SPH Padang Bisa Melalui QRIS

Muhammad Qadafi menjelaskan, awal mula diminta untuk hal tersebut, ada perasaan campur aduk di dalam hatinya.

"Perasaan campur aduk, senang, sedih dan cemas, bahkan motivasi saya saat menerima tugas itu juga campur aduk. Dulu juga sempat ada kenalan dekat saya yang terinfeksi virus Covid-19 dan harus dirawat, sehingga terasa sedih melihat kondisinya yang tertular, terasa cemas juga karena masih dalam kondisi awal menerima pasien tersebut, serta rasa senang karena langsung bisa merawatnya," kenang Muhammad Qadafi.

Kemudian, saat mesti menerima tanggung jawab itu, ia bersyukur karena keluarganya dapat memahami kondisinya, terutama pasangannya.

Hal itu karena istrinya juga merupakan seorang nakes di salah satu rumah sakit lain di Padang.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved