Breaking News:

Menteri KKP di Sumbar

Genius Umar Minta Limpahkan Kembali, Kewenangan Pengelolaan Konservasi Penyu ke Pemko Pariaman

Wali Kota Pariaman Genius Umar meminta kepada Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono agar kewenangan konserv

Penulis: Wahyu Bahar
Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM/WAHYU BAHAR
Wali Kota Pariaman Genius Umar sampaikan terima kasih kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI), Sakti Wahyu Trenggono, Rabu (2/6/2021) 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Wahyu Bahar

TRIBUNPADANG.COM, PARIAMAN - Wali Kota Pariaman Genius Umar meminta kepada Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono agar kewenangan konservasi penyu diserahkan kembali dari provinsi ke Kota.

Hal tersebut diungkapkan Genius Umar saat diwawancarai wartawan, Rabu (2/6/2021) sore, dikawasan konservasi penyu, Kota Pariaman.

"Dulu penyu ini milik kota Pariaman, diawali oleh kota Pariaman, kemudian perubahan UU No. 32 sehingga kewenangan konservasi pindah ke provinsi," ujar Genius Umar.

Baca juga: Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono akan ke Sumbar, Ini Jadwal dan Agendanya

Gubernur Mahyeldi (kanan) saat menyambut kedatangan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Ketaping, Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat pada Rabu (2/6/2021).
Gubernur Mahyeldi (kanan) saat menyambut kedatangan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Ketaping, Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat pada Rabu (2/6/2021). (Istimewa/Dok. Biro Adpim Setdaprov Sumbar)

Alasan Genius Umar, hal tersebut dikarenakan jarak yang relatif jauh dengan pemerintahan provinsi.

Lebih lanjut kata Genius, urusan terkait konservasi ini tidak cocok juga diurus oleh Provinsi.

"Pesankan kepada Gubernur Sumbar, limpahkan saja ke Kota Pariaman, maka akan saya urus kembali," ungkap Genius Umar.

Kemudian kata dia, Ia sudah sampaikan usulan tersebut ke Menteri KKP RI Sakti Wahyu Trenggono, selanjutnya tinggal membuat azas dekonsentrasi untuk melimpahkan kembali ke Kota Pariaman.

"Konservasi penyu ini kota yang memulai, kota yang membangun, dan tanah ini adalah tanah masyarakat yang diserahkan ke kota, bukan di provinsi," tambah Genius Umar.

Sejauh ini pihaknya mengaku sudah melakukan banyak hal, terkait konservasi penyu tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved