Breaking News:

BKSDA Sumbar Lepas Liarkan 2 Kukang dan 1 Elang di Cagar Alam Maninjau, Satwa Diserahkan Warga

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) melepasliarkan 2 ekor kukang dan 1 ekor burung elang brontok, Rabu (2/6/2021).

Istimewa
Petugas BKSDA Sumbar melepaskan satwa dilindungi jenis elang, Rabu (2/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, AGAM - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) melepasliarkan 2 ekor kukang dan 1 ekor burung elang brontok, Rabu (2/6/2021).

Satwa jenis kukang (Nycticebus coucang) dan burung elang brontok (nisaetus cirrhatus) dilepasliarkan kembali ke alam oleh Resor KSDA Agam.

Petugas melepaskan satwa tersebut ke alam liar yang berlokasi di kawasan hutan Cagar Alam Maninjau, Sumatera Barat (Sumbar).

Baca juga: BKSDA Sumbar Temukan 3 Jenis Elang Langka di Maligi Pasaman Barat, Termasuk Elang Brontok

Kepala BKSDA Resor Agam, Ade Putra mengatakan, 3 satwa langka dan dilingi tersebut didapatkan dari masyarakat.

Ia juga menyebutkan, satwa tersebut telah menjalani observasi dan perawatan di Kantor Resor KSDA Agam.

Kata dia, 2 ekor kukang diserahkan oleh warga bernama Doni Ariandi (35), warga Jorong V Sungai Jariang, Nagari Lubuk Basung, Kabupaten Agam, pada hari Jumat (21/05/2021).

Sedangkan satu ekor burung Elang Brontok adalah satwa penyerahan dari Bapak Buyung (49) warga Plasma Masang Jorong Manggopoh Utara, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, pada hari Senin (31/05/2021).

Baca juga: Buaya Sering Muncul di Batang Anai, BKSDA Pasang Plang Tanda Bahaya Dekat Jembatan ke Arah BIM

Ia menjelaskan, satwa itu dilepaskan setelah hasil observasi menyimpulkan tidak terdapat luka, cacat, dan masih memiliki sifat liar sehingga memenuhi syarat untuk dilepaskan kembali ke alam.

"Kami ucapkan banyak terima kasih dan apresiasi yang tinggi terhadap kepedulian warga yang semakin meningkat untuk konservasi satwa liar terutama jenis satwa dilindungi," katanya.

Ade Putra kembali mengingatakan aturan dalam Pasal 21 Ayat 2 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Baca juga: VIRAL Video Harimau Adang Warga di Solok Selatan, BKSDA Sumbar Angkat Bicara

"Setiap orang dilarang menangkap, melukai, membunuh, memiliki, menyimpan, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa dilindungi baik dalam keadaan hidup, mati ataupum bagian-bagian tubuhnya serta hasil olahannya," katanya.

Ia menjelaskan, sanksi bagi pelanggar adalah pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta rupiah. (*)

Penulis: Rezi Azwar
Editor: Saridal Maijar
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved