Dana BOS SMP di Lima Puluh Kota Digondol Maling, Disdik Minta Kepala Sekolah Hati-hati
Kasus perampokan dialami Kepala SMP Negeri 1 Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota, Orientis. Dia dirampok di kawasan Kota Payakumbuh, Sumatera Barat (Su
Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Mona Triana
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kasus perampokan dialami Kepala SMP Negeri 1 Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota, Orientis.
Dia dirampok di kawasan Kota Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (27/5/2021).
Akibatnya, dana BOS senilai Rp 80 juta raib dibawa maling.
Menanggapi itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lima Puluh Kota Indrawati Munir membenarkan hal tersebut.
Ia mengatakan korban sudah melapor ke Polres Payakumbuh.
Baca juga: Dana BOS Rp 80 Juta Digondol Maling di Payakumbuh, Pelaku Pecahkan Kaca Mobil Korban
Baca juga: Nadiem Makarim Bolehkan Guru dan Murid Beli Paket Internet Pakai Dana BOS, Termasuk Beli Masker
Atas kejadian tersebut, Indrawati Munir mengimbau kepala sekolah yang lain untuk hati-hati.
Kemudian dalam melakukan penarikan dana tidak usah terlalu banyak.
"Usahakan ada teman yang mendampingi dan membawa uang tersebut. Kalau sudah selesai mengambil uang, langsung saja ke sekolah tidak usah kemana-mana," terang Indrawati.
Selanjutnya, pihak Dinas Pendidikan tengah merancang dengan Badan Keuangan Daerah bagaimana sistem pengambilan uang dilakukan secara nontunai.
Baca juga: BREAKING NEWS: Kepala SMPN 1 Guguak Kena Rampok di Payakumbuh, Puluhan Juta Raib
Baca juga: Masih Ingat Kakek Tunarungu yang Miliki Uang Berkarung-karung di Payakumbuh? Kini Punya Rumah Baru
Hal itu diharapkan dapat mengurangi risiko.
"Uang yang dibawa maling sekitar Rp80 juta. Itu dana BOS," terang Indrawati.
Menurutnya, dana BOS itu sudah ada peruntukkannya sesuai dengan petunjuk teknisnya.
Di antaranya termasuk untuk kegiatan di sekolah dan guru honorer. Intinya semua sudah masuk ke dalam Rencana Kegiatan Sekolah.
Baca juga: Kecelakaan Beruntun Libatkan Truk Sampah di Baso Agam, Jalan Bukittinggi-Payakumbuh Macet
Baca juga: Rumah Gadang di Payakumbuh Terbakar, Pemilik Alami Luka Bakar hingga Dilarikan ke Puskesmas
Ditegaskannya, semua kegiatan itu harus dibayarkan.
"Tidak boleh ada kegiatan yang terganggu, apalagi menyangkut gaji guru honorer, ini harus dibayarkan," tegas Indrawati.
Indrawati menuturkan dirinya sudah berkomunikasi dengan Kepala Sekolah SMPN 1 Guguak.
"Nampaknya dia tentu tanggung jawab, cuma sekarang belum bisa, dia masih agak trauma, kita lihat satu hingga tiga hari ini, baru nanti diadakan lagi pertemuan dengan komite, wakil kepala sekolah, dan guru untuk mencarikan solusi," jelas Indrawati. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/ilustasi-perampok.jpg)