Alasan Antonio Conte Harus Tinggalkan Inter Milan

Antonio Conte ditunjuk sebagai pelatih Inter Milan pada 31 Mei 2019 dan dikontrak hingga 2022.

Editor: afrizal
TWITTER.COM/INTER_EN
Alasan Antonio Conte Harus Tinggalkan Inter Milan 

TRIBUNPADANG.COM- Antonio Conte ditunjuk sebagai pelatih Inter Milan pada 31 Mei 2019 dan dikontrak hingga 2022.

Namun, sebelum masa itu berakhir Antonio Conte harus pergi dari Inter Milan.

Padahal kehadiran Antonio Conte membawa dampak positif.

Inter Milan meraih scudetto Liga Italia musim 2020/2021 sebelum seluruh laga diselesaikan.

Baca juga: 2 Nama Calon Pengganti Antonio Conte di Inter Milan Mencuat

Baca juga: Inter Milan Pasrah Jika Antonio Conte Hengkang, Performa Keuangan Nerazzurri Belum Pulih

Apa alasan Antonio Conte harus meninggalkan Inter Milan saat berada di puncak?

Jurnalis asal Italia, Fabrizio Romano, mengumumkan bahwa Antonio Conte telah cerai dengan Inter Milan.

Tapi, Antonio Conte harus meninggalkan Inter Milan setelah ambisi dia dengan rencana klub tak lagi sejalan.

Akar masalah dari berakhirnya hubungan Conte dengan Nerazzurri karena kondisi finansial klub yang tak baik-baik saja.

Steven Zhang selaku presiden Inter Milan memilih untuk mengakhiri kinerja Conte dengan berat hati karena tak ingin kondisi keuangan klub memburuk.

Conte menentang keras rencana Inter MIilan untuk melepas beberapa pemain bintangnya, termasuk Lautaro Martinez.

Alasan mengapa Nerazzurri ngotot untuk melego beberapa pemain andalannya yakni untuk mendapatkan asupan dana segar sekaligus menyeimbangkan neraca keuangan klub.

Baca juga: Inter Milan Simpan Filip Stankovic - Putra Dejan Stankovic, Calon Kiper Masa Depan Nerazzurri

Rencana penghematan pada bursa transfer pemain musim panas juga masuk dalam agenda Steven Zhang untuk menghindarkan krisis finansial Nerazzurri berlanjut.

Dua rencana ini bertolak belakang dengan Antonio Conte yang membutuhkan sokongan penuh guna membawa Inter Milan lebih berprestasi di musim-musim selanjutnya.

Kehadiran Conte di Inter Milan mampu membawa perubahan yang positif.

Pada musim perdananya, pelatih asal Italia itu mampu membawa Inter Milan finish di urutan kedua Liga Italia 2019-2020.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved