Breaking News:

Facebook Minta Maaf karena Telah Hapus Postingan Pro Palestina, Janji akan Perbaiki Algoritma

Media sosial Facebook akhirnya mengakui bahwa telah menghapus postingan pro Palestina.

Editor: Saridal Maijar
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Puluhan masa yang tergabung dalam AWG Jawa Tengah melakukan aksi Bela Palestina berkaitan dengan agresi militer yang dilakukan oleh Zionis Israel kepada masyarakat Palestina, Jumat (21/5/21). Aksi ini di gelar di seputaran Tugu Muda Semarang dibantu oleh petugas dari Polrestabes Semarang dan Kodim 0733 BS Semarang sehingga acara ini berjalan dengan tertib, damai dan menerapkan 5M saat melakukan aksi di tengah pandemi Covid 19. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fandi Permana

TRIBUNPADANG.COM, JAKARTA - Media sosial Facebook akhirnya mengakui bahwa telah menghapus postingan pro Palestina.

Mengutip laporan Time, Selasa (25/5/2021), Facebook meminta maaf usai menghapus semua semua postingan yang terkait Palestina.

Permohonan maaf disampaikan setelah Israel dan Palestina setuju melakukan gencatan senjata pada Jumat (21/5/2021) lalu.

Baca juga: Valentino Rossi & Marc Marquez Belum Stabil, Race MotoGP Italia 2021 Peluang Munculkan Juara Baru

Permohonan maaf itu disampaikan Eksekutif Senior Facebook kepada Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh melalui pertemuan online yang membahas penghapusan dan pemblokiran konten-konten pro-Palestina.

Diplomat sekaligus Kepala Misi Palestina untuk Inggris, Husam Zomlot, mengatakan Facebook mengakui kesalahan itu akibat ada masalah dengan algoritmanya dan berjanji untuk menangani masalah tersebut.

Tim Facebook yang dipimpin oleh Vice President for Global Affairs, Nick Clegg berjanji bahwa pihaknya secara sepihak melabeli kata-kata tertentu (keyword) yang sering digunakan oleh pengguna asal Palestina seperti syahid atau 'martir' dan 'jihad' (pertempuran) yang dianggap sebagai hasutan untuk melakukan kekerasan.

Baca juga: Kecam Israel, Gubernur Sumbar Mahyeldi Dukung Aksi Solidaritas untuk Palestina

“Mereka berjanji akan mengevaluasi dan mengkaji kerangka tersebut. Facebook terbukti secara sepihak melabeli kata-kata itu sebagai konten kekerasan,” kata Husam.

Pertemuan virtual pekan lalu juga dihadiri oleh Vice President Global Public Policy Facebook , Joel Kaplan dan Head of Policy Asia Barat dan Afrika Utara, Azzam Alameddin.

Dalam pertemuan itu disepakati bahwa Facebook akan lebih teliti lagi dalam memfilter konten terkait dukungan pembebasan Palestina agar tak lagi dianggap sebagai dukungan pada tindakan kekerasan.

Baca juga: Indonesia Diminta Jadi Mediator Perdamaian Israel dan Palestina, Gus AMI: Sangat Bagus Jadi Penengah

Sebelumnya, pengguna media sosial dari Palestina dan seluruh dunia mengunggah foto dan video yang dibagikan tentang kekerasan militer Israel dan populasi Yahudi di Sheikh Jaraah, Yerusalem, dan Jalur Gaza.

Tiap postingan itu hanya bertahan beberapa jam bahkan beberapa menit saja di timeline yang kemudian dihapus Tim Komunitas Facebook dengan alasan konten melanggar panduan komunitas Facebook.

Beberapa tagar yang masuk daftar hitam Facebook di antaranya #SaveSheikhJarrah dan #GazaUnderAttack dalam bahasa Inggris dan Arab. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Facebook Mengakui Hapus Postingan Soal Palestina, Minta Maaf dan Janji Perbaiki Algoritma

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved