Konflik Israel Palestina

Indonesia Diminta Jadi Mediator Perdamaian Israel dan Palestina, Gus AMI: Sangat Bagus Jadi Penengah

Memasuki beberapa hari terakhir insiden baku serang antara Pasukan militer Israel dan pasukan Hamas, Palestina, akhirnya kedua negara bersepakat untuk

Editor: Emil Mahmud
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Puluhan masa yang tergabung dalam AWG Jawa Tengah melakukan aksi Bela Palestina berkaitan dengan agresi militer yang dilakukan oleh Zionis Israel kepada masyarakat Palestina, Jumat (21/5/21). Aksi ini di gelar di seputaran Tugu Muda Semarang dibantu oleh petugas dari Polrestabes Semarang dan Kodim 0733 BS Semarang sehingga acara ini berjalan dengan tertib, damai dan menerapkan 5M saat melakukan aksi di tengah pandemi Covid 19. 

TRIBUNPADANG.COM, JAKARTA - Memasuki beberapa hari terakhir insiden baku serang antara Pasukan militer Israel dan pasukan Hamas, Palestina, akhirnya kedua negara bersepakat untuk melakukan gencatan senjata. 

Hingga pada Jumat (21/5/2021) saat ini Israel dan Hamas sepakat untuk mengakhiri kekerasan di kawasan tersebut. 

Sejauh ini konflik Palestina dan Israel yang berlangsung beberapa hari belakangan ini telah menyebabkan kehancuran dan korban jiwa yang tidak sedikit, terutama rakyat sipil Palestina. 

Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar mengapresiasi keputusan kedua negara untuk mengakhiri gencatan senjata sebagai upaya mengakhiri kekerasan di wilayah Gaza. 

”Alhamdulillah soal Palestina sudah ada perkembangan baik (gencatan senjata,red), tapi harus ada solusi. Sangat bagus kalau Indonesia menjadi penengah. Karena cara keras, protes semua tak ada hasilnya. Cara mengancam juga tidak ada hasilnya semua tetap sama. Persoalannya sama. Tidak ada jalan lain selain duduk bersama," kata Gus AMI- sapaan akrab Muhaimin Iskandar, di Jakarta, Jumat (21/5/2021). 

Baca juga: Israel dan Hamas Sepakat Gencatan Senjata Setelah 11 Hari Perang di Gaza Palestina

Baca juga: Israel dan Hamas Sepakat Gencatan Senjata Setelah 11 Hari Perang di Gaza Palestina

Dalam kesempatan nobar tersebut, Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga mengenakan kaos bertuliskan 'Save Gaza Palestine' sebagai bentuk dukungan moral kepada rakyat Palestina. 

Dikatakan Gus AMI, selain gencatan senjata, kedua negara harus duduk bersama untuk mewujudkan kedamaian yang sejati.

Sebab, konflik kedua negara telah berlangsung cukup lama dan selalu terulang berkali-kali. 

”Setelah adanya kesepakatan gencatan senjata, harus dilakukan dengan pertemuan lanjutan, kedua negara duduk bersama. Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk Islam terbesar di dunia, bila perlu cukup strategis untuk mengambil peran sebagai mediator.
Indonesia harus membantu Palestina menegosiasikan dengan Israel untuk solusi perdamaian,” tutur Gus AMI.

Dukungan terhadap Palestina ini bahkan sudah cukup lama disuarakan Gus AMI.

Pada 2017 silam, misalnya, Gus AMI menggelar pertemuan dengan sejumlah duta besar negara-negara Timur Tengah di Jakarta. 

Baca juga: WNI di Gaza Palestina: Serangan Israel Hancurkan 7 Rumah Warga, Sasar Jaringan Listrik dan Air

Baca juga: Innalillahi Wa Inna Illaihi Rojiun, Ayah Rizki-Ridho DA Meninggal Dunia

Dalam pertemuan tersebut dibahas konflik Palestina dan Israel. Hadir duta besar dari Mesir, Palestina, Iran, Qatar, Saudi Arabia, dan Yaman. 

Saat itu Gus AMI mengajak para duta besar untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina dengan jalan diplomasi.

“Saya berharap perjuangan terhadap kemerdekaan Palestina terus dilakukan. Alhamdulillah negara-negara Islam bersatu memperjuangkan Palestina,” katanya. 

Seruan Gus AMI juga sejalan dengan sikap Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang meminta agresi militer Israel di Palestina segera dihentikan untuk mengakhiri krisis kemanusiaan. 

Pasalnya, peperangan yang kembali pecah dalam beberapa hari terakhir telah memakan korban jiwa yang tidak sedikit.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Wakil Ketua DPR Minta Indonesia Jadi Mediator Perdamaian Israel dan Palestina

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved