UPDATE 23 Mei 2021: Kasus Covid-19 Indonesia Bertambah 5.280, Total Mencapai 1.775.220

Simak di bawah ini update terbaru kasus virus corona atau covid-19 di Indonesia, Minggu 23 Mei 2021.

Editor: Saridal Maijar
Pixabay
Ilustrasi Virus Corona atau Covid-19 

Direktur Utama PT Biofarma (Persero), Honesti Basyir menyebut, sampai hari ini ada 199 korporasi yang terlibat dalam vaksinasi Gotong Royong di mana terdiri dari 163 korporasi sektor swasta dan 36 dari BUMN.

Baca juga: Semen Padang FC Tersingkir dari Turnamen Indonesia e-Football Cup 2021 di Babak Grand Final

"Sampai kemarin itu sudah kami distribusikan 69.730 dosis vaksin Sinopharm ke semua perusahaan yang terlibat dalam vaksinasi Gotong Royong," ujar Honesty dalam RDP bersama komisi IX DPR RI yang disaksikan virtual, Kamis (20/5/2021).

Bio Farma selaku BUMN bidang farmasi telah menerima 500 vaksin jadi Sinopharm.

Ditargetkan, ratusan dosis tersebut bisa digunakan untuk vaksinasi karyawan korporasi pada Juni ini.

"Kami berharap tahap pertama (yakni) 500 ribu dosis vaksin Gotong Royong ini, bisa dilaksanakan secepatnya hingga bulan Juni, sudah bisa kita berikan semua ke korporasi," harap Honesti.

Baca juga: Sempat Dilaporkan Hilang, Ternyata 4 Gadis Asal Palembang Ini Berpetualang ke Padang Naik Truk

Bio Farma Siapkan 352 Klinik dan 17 Rumah Sakit untuk Vaksinasi

Honesti Basyir telah menyiapkan 352 Klinik dan 17 Rumah Sakit untuk program vaksinasi Gotong Rorong.

Dikutip dari Tribunnews.com, Minggu (23/5/2021) Honesti menyebutkan ada 163 perusahaan swasta dan 36 badan usaha milik negara (BUMN) ikut serta vaksinasi gotong royong.

Biofarma sendiri telah mendistribusikan 69.732 dosis vaksin covid-19 ke sejumlah perusahaan yang terlibat dalam program Vaksin Gotong Royong per 18 Mei 2021.

Dengan kata lain, sudah ada 13,95 persen dari total target vaksin yang akan didistribusikan yaitu 500 ribu dosis vaksin dalam program tersebut.

Untuk menyukseskan program tersebut, Biofarma telah menyiapkan 352 klinik untuk melayani vaksinasi gotong royong. 

Tidak hanya itu, Biofarma juga sedang menyiapkan 244 klinik dan 298 rumah sakit (RS) swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sedang melalui proses verifikasi.  

"Proses verifikasi terkait dengan validasi sistem kelayakan atau syarat vaksinasi yang ditetapkan pemerintah," kata Honesti Basyir, saat Raker bersama Komisi IX DPR, Kamis (20/5/2021). 

Ia juga mengungkapkan jika jalannya program ini nanti merupakan bentuk sinergi pemerintah melalui BUMN Farmasi bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin).

Serta mengajak sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) dan perusahaan distributor.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved