Breaking News:

Perda AKB di Sumbar Segera Direvisi, Gubernur Mahyeldi: Lebih Cepat Lebih Baik

Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Sumatra Barat (Sumbar)

TribunPadang.com/RizkaDesriYusfita
Gubernur Sumbar Mahyeldi (tengah) berbincang dengan Wagub Sumbar Audy Joinaldy dan Kepala Bakeuda Zainuddin, Jumat (7/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Sumatra Barat (Sumbar) akan segera direvisi.

Gubernur Sumbar Mahyeldi mengakui pihaknya mendapatkan usulan supaya merevisi Perda tersebut.

"Itu memang ada usulan untuk itu. Nanti akan kita lihat mana (yang harus direvisi) dan kita usulkan kepada DPRD," kata Mahyeldi, Jumat (7/5/2021).

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Sumbar Tambah 417, Total Pasien Corona Sudah 38.261, Simak Daerah Sebaran

Baca juga: Pemprov Sumbar Masifkan Tracing Pasien Covid-19, Anggarannya Diambil dari Dana Nagari

Mahyeldi menuturkan, sampai saat ini pihaknya belum menerima poin-poin yang akan direvisi.

"Lebih cepat lebih baik, itu tergantung banyak sedikitnya yang akan direvisi," tutur Mahyeldi.

Selama ini Mahyeldi menilai penerapan Perda AKB cukup efektif mengendalikan Covid-19.

Sebab, bupati wali kota telah mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan Pemda sesuai zonasi Covid-19 di daerah masing-masing.

"Ketika ada yang masuk kategori zona merah, apa yang harus dilakukan bupati sudah jelas dalam Perda itu," terang Mahyeldi.

Di sisi lain, kata Mahyeldi, Sumbar juga sudah melaksanakan model Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro.

PPKM ini berwujud kongsi Covid-19 dan Nagari Tageh.

Nagari atau desa harus mengoptimalkan segala upaya dan unsur yang ada di dalamnya dalam usaha pencegahan dan penanganan Covid-19.

"Jika terjadi penyebaran kasus di satu kabupaten, tidak semua kabupaten itu yang menyikapi, mana yang positif, misalnya di nagari, maka nagari itu harus melakukan segala upaya," sebut Mahyeldi. (*)

Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: afrizal
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved