Taman Jam Gadang di Kota Bukittinggi Dipagari, Antisipasi Kerumunan Hingga H+7 Lebaran
Kawasan objek wisata Jam Gadang, Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dipagari.
Penulis: Rima Kurniati | Editor: Emil Mahmud
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati
TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Kawasan objek wisata Jam Gadang, Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dipagari.
Pantauan TribunPadang.com, pada Kamis (6/5/2021) taman Jam Gadang ini dipagari sekelilingnya dengan terali besi.
Hal ini membuat pengunjung tak bisa masuk, hanya bisa melihat dari kejauhan.
Petugas keamanan juga tampak berpatroli di sekitar lokasi objek wisata ini.
Pedagang Asongan Raisa (45) mengatakan pemasangan pembatas besi ini dilakukan mulai semalam, Rabu (5/5/2021).
Menurutnya, pembatasan ini membuat pedagang seperti dirinya tidak bisa leluasa berjualan.
Baca juga: Jumlah Zakat Fitrah 2021 di Bukittinggi, Disertai Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri & Anak
Baca juga: Terminal Tanjung Priok Tutup Sementara, Mulai Hari Ini hingga Larangan Mudik Lebaran Selesai
Raisa mengatakan, biasanya pengunjung akan duduk di sekitar taman, dengan begitu penjualannya juga banyak.
"Kalau sekarang, pengunjung cuman sekedar jalan, tidak membeli, sekarang belum pacah telur, biasanya setiap hari bisa jual beli 500 ribu," kata Raisa, Kamis (6/5/2021).
Raisa mengaku, jelang lebaran, pengunjung memang sudah banyak dibandingkan biasanya, namun daya beli masih rendah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Bukittinggi Supadrian mengatakan, pemangaran kawasan Jam Gadang untuk antisipasi kerumunan dalam suasana lebaran.
Menurut, pangar ini akan terus di pasang dari seminggu sebelum lebaran hingga nanti H+ 7 lebaran Idul Fitri 2021.
"Untuk antipasi kerumunan jelang libur lebaran, karena Bukittinggi selain kota wisata juga kota perdagangan, sehingga akan ramai dikunjungi," kata Supadrian.
Baca juga: Larangan Mudik Mulai Berlaku Hari ini: BIM Layani Rute Pesawat Garuda dan Susi Air, Bawa Penumpang
Baca juga: Hari Pertama Larangan Mudik Diberlakukan, Situasi di BIM Sepi dan Petugas Siaga di Posko Monitoring
Sementara, objek wisata lainnya tetap buka.
Namun tetap dilakukan pembatasan pengunjung di pintu masuk.
"Objek wisata Kebun Binatang ataupun Taman Panorama Lubang Jepang hanya dibolehkan 50 persen pengunjung," ungkapnya.
Bagi wisatawan yang akan ke Bukittinggi, Supadrian meminta untuk majaga protokol kesehatan agar tidak terjadi lonjakan kasus covid-19 di Bukittinggi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/jam-pagari6.jpg)