Breaking News:

Pengusaha Songket Pandai Sikek Mengadu ke Sandiaga Uno, Wisatawan Jarang Tiket Mahal & Bagasi Bayar

Penjualan Merosot Akibat Pandemi Covid-19, Pengusaha Songket Pandai Sikek Mengadu ke Menparekraf Sandiaga Uno

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: afrizal
TribunPadang.com/RizkaDesriYusfita
Pengusaha songket Maita di Nagari Pandai Sikek Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) saat didatangi Sandiaga Uno 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Penjualan kain Songket Pandai Sikek merosot akibat pandemi Covid-19.

Seperti yang dialami salah satu gerai penjualan kain songket Maita di Nagari Pandai Sikek Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar).

Sejak masa pandemi Covid-19, gerai miliknya sepi pembeli.

"Selama ramadan ini memang sepi, apalagi saat ini tengah pandemi. Tamu dari luar yang melakukan perjalanan tidak ke sini," tutur Maita.

Baca juga: Gerak Cepat Sandiaga Uno di Sumbar, Jam Gadang di Bukittinggi hingga Geopark Silokek Sijunjung

Baca juga: Cicip Rinuak Kuliner Khas Danau Maninjau, Menparekraf Sandiaga Uno Minta Agam Kembangkan Desa Wisata

Meski sepi, kata dia, sampai saat ini penjualan kain songket di gerai miliknya masih terus berjalan.

Dia berharap penjualan kain songket meningkat saat lebaran.

Minimal kain songket di gerai miliknya dibeli warga Sumbar yang pulang kampung halaman dan tamu dari luar.

"Akan tetapi memang sejauh ini jika dibandingkan hari biasa, belum ada peningkatan. Biasanya yang datang wisatawan mancanegara maupun domestik, ada juga yang sudah pernah ke sini datang lagi, karena sudah langganan," terang Maita.

Maita menuturkan, songket yang ia produksi ialah songket Tabur, Balapak, Sutra dan non Sutra.

Halaman
12
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved