Webinar

500 Guru dan Kepala Sekolah Ikuti Sarasehan, Kerja Sama Pemprov Sumbar dan Universitas Bung Hatta

Guna meningkatkan pemahaman guru dan siswa terhadap Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat (Su

Editor: Emil Mahmud
ISTIMEWA/DOK.UNIVERSITAS BUNG HATTA
Sarasehan yang bertajuk Kesiapan Sekolah Melaksanakan AKM Tahun 2021 dilaksanakan pada Selasa (30/3/2021) secara daring atau virtual. 

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan kompetensi dasar yang dibutuhkan murid untuk bisa belajar, apapun materinya dan apapun mata pelajarannya materi AKM terkait dengan literasi atau baca tulis, serta literasi numerasi.

Baca juga: Universitas Bung Hatta Persiapkan Entrepreneur Award ke 5, Kunjungi LLDikti Wilayah X

Baca juga: Virtual Pendikar Universitas Bung Hatta: Gubernur Mahyeldi Berpesan Khusus untuk Generasi Milenial

Melalui AKM, pemerintah dapat memetakan sekolah-sekolah di daerah berdasarkan kompetensi minimum. Literasi yang dimaksud bukan sekadar kemampuan membaca, tapi juga kemampuan menganalisis suatu bacaan serta kemampuan untuk mengerti atau memahami konsep di balik tulisan tersebut.

Sementara itu, numerasi adalah kemampuan menganalisis menggunakan angka serta menekankan literasi dan numerasi bukan tentang mata pelajaran bahasa atau matematika, melainkan kemampuan murid agar dapat menggunakan konsep literasi ini untuk menganalisa sebuah materi.

Dalam pelaksanaannya, AKM dan Survei Karakter terdiri atas soal-soal yang mengukur kemampuan bernalar menggunakan bahasa, kemampuan bernalar menggunakan numerasi, dan penguatan pendidikan karakter. AKM dirancang untuk mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar kognitif, yaitu literasi dan numerasi.

Dampak dari AKM diharapkan dapat memperbaiki budaya belajar; tidak ada dikotomi antara mata pelajaran UN dan mapel non-UN, tidak ada mata pelajaran utama dan pelengkap, tidak ada percepatan materi atau bimbingan intensif serta meningkatkan proses pembelajaran.

Untuk menguak kesiapan dan problematika di sekolah dalam menghadapi pelaksanaan AKM, dihadirkan narasumber perwakilan Sekolah yaitu M. Hernandar, S. Pd., M. Si Kepsek SMA Negeri Agam Cendikia.

Hernandar menjelaskan hal-hal yang telah dipersiapkan sekolah dan beberapa kendala yang ditemui, seperti belum tersosialisikannya AKM kepada seluruh stakeholder serta belum lengkapnya sarana dan prasarana, misalnya masih lemahnya jaringan internet.

Pembicara selanjutnya Dr. Subanji., M. Si Dosen Universitas Malang yang juga Wakil Ketua Panitia Nasional Uji Kompetensi Mahasiswa PPG. Subanji memaparkan beberapa contoh soal tentang uji numerasi dan kaitannya dengan pola pembelajaran yang selama ini dilaksanakan guru.

Turut hadir dari jajaran pemerintah Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar, Adib Alfikri, SE., M.Si. Adib mengungkapkan bahwa Pemerintah Daerah sangat mendukung pelaksanaan AKN, yang saat ini sedang dipepersiapkan segala sesuatunya agar pelaksanaan AKN dapat berjalan secara bertahap.

Disamping itu, Dr. Syarifuddin, M.Pd yang merupakan Widyaiswara LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) Sumatera Barat mengungkapkan bahwa masyarakat Sumatera Barat tidak khawatir dan mendukung pelaksanaan AKM.

Wakil Rektor III Universitas Bung Hatta yang membidangi Kerjasama, Dr. Hidayat, S.T., M.T., IPM mengungkapkan bahwa, perlu adanya sinergi antara Perguruan Tinggi dengan sekolah dalam mencapai hasil AKM yang lebih baik.

"Perguruan Tinggi memiliki banyak sumber daya manusia dengan kompetensi beraneka ragam, sehingga dapat berbagi dengan sekolah. Demikian juga ketersediaan peralatan dan sumber pembelajaran yang lengkap, dapat dipergunakan oleh siswa," ujar Hidayat.

Pada kesempatan itu, Hidayat mewakili Universitas Bung Hatta menawarkan kerjasama dengan sekolah-sekolah.(*/rel)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved