Breaking News:

Penanganan Covid

Antisipasi Pasar Gelap Vaksin Covid-19, Perkuat dan Ikuti Sistem Kewaspadaan yang Tepat

Sampai saat ini sistem kewaspadaan baku harus dijalankan untuk memperlancar proses vaksinasi Covid-19 secara nasional di Indonesia.

ISTIMEWA
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat 

TRIBUNPADANG.COM - Sampai saat ini sistem kewaspadaan baku harus dijalankan untuk memperlancar proses vaksinasi Covid-19 secara nasional di Indonesia.

Hal itu menyusul kedatangan vaksin dengan merek yang berbeda dan maraknya pasar gelap vaksin Covid-19 harus diantsipasi dengan langkah yang tepat. 

"Saya berharap ada sejumlah langkah yang bisa memastikan masyarakat mendapatkan vaksin yang aman dan tepat, di tengah maraknya pemberitaan pasar gelap vaksin Covid-19 di dunia," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/3/2021).

Pakar keamanan dari perusahaan perangkat lunak Kaspersky, Dmitry Galov dalam siaran persnya, yang dikutip sejumlah media.

Kali ini, dia menyebutkan telah menemukan vaksin Covid-19 dijual bebas di ‘pasar gelap’. Kaspersky memeriksa 15 pasar berbeda.

Ilustrasi: Petugas medis Dinas Kesehatan Kota Bandung menyuntikkan vaksin Covid-19 Sinovac dosis pertama kepada pekerja/pedagang pada pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua di Pasar Baru Bandung, Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (8/3/2021).
Ilustrasi: Petugas medis Dinas Kesehatan Kota Bandung menyuntikkan vaksin Covid-19 Sinovac dosis pertama kepada pekerja/pedagang pada pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua di Pasar Baru Bandung, Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (8/3/2021). (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Khususnya, di jaringan Darknet (Bagian dari internet yang tidak terlihat oleh mesin pencari di internet) dan menemukan iklan untuk tiga merek vaksin Covid-19.

Menurut Lestari, informasi tersebut harus diantisipasi dengan langkah kewaspadaan dengan memastikan bahwa vaksin yang masuk ke Indonesia benar-benar bersumber dari produsen resmi, lewat tahapan baku yang telah ditetapkan.

Apalagi, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, pola pasokan vaksin Covid-19 di Indonesia disepakati bisa dilakukan oleh pemerintah dengan vaksin gratisnya dan pihak swasta dengan program vaksin gotong-royong.

Rerie berharap, pengadaan vaksin gotong-royong yang dilakukan pihak swasta benar-benar mewaspadai maraknya vaksin Covid-19 di pasar gelap.

Update Corona Indonesia - Selasa, 9 Maret 2021: 6.389 Terkonfirmasi Covid-19, Total 1.210.877 Kasus

Baca juga: Lengkapilah Tabel Berikut Ini Berdasarkan Cerita di Atas

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap, jangan sampai vaksin dari pasar gelap ini masuk ke wilayah Indonesia, karena bila aspek keamanan vaksin tidak terjamin, upaya vaksinasi yang dilakukan akan berisiko tinggi terhadap masyarakat.

Selain itu, menurut Rerie, pasokan vaksin dengan merek yang berbeda, juga harus diikuti penjelasan yang transparan terkait vaksin Covid-19 tersebut, agar masyarakat tidak ragu untuk menjalani program vaksinasi nasional.

Seperti diberitakan di sejumlah media, pada Senin (8/3) Indonesia mendapat pasokan vaksin Covid-19 produksi AstraZeneca sebanyak 1.11 juta dosis vaksin dengan total berat 4,1 ton.

AstraZeneca merupakan merek vaksin Covid-19 kedua yang tiba di Indonesia setelah vaksin produksi Sinovac, yang saat ini sudah didistribusikan ke masyarakat

Informasi yang transparan antara lain seperti efek samping dan bahan baku produksi vaksin AstraZeneca, menurut Rerie, harus konsisten disosialisasikan kepada masyarakat luas oleh para pemangku kepentingan untuk menyukseskan program vaksinasi Covid-19 nasional.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pasar Gelap Vaksin Covid-19 Harus Diantisipasi dengan Sistem Kewaspadaan yang Tepat

Editor: Emil Mahmud
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved