Breaking News:

Dugaan Penyelewengan Dana Covid

Dugaan Mark Up Harga Hand Sanitizer, Bos Batik Tanah Liek Bantah Beri 'Fee' ke Istri Pejabat Sumbar

Pansus DPRD Sumbar telah memanggil rekanan yang memenangkan pengadaan hand sanitizer untuk penanganan Covid-19.

TRIBUNPADANG.COM/RIZKA DESRI YUSFITA
Owner Galeri Batik Tanah Liek, Yori Oktorino, saat memperlihatkan bukti izin pengadaan alat kesehatan di Padang. 

Sebab, Batik Tanah Liek sebagai penyedia, mengambil barang ke broker, broker ambil barang ke istri kepala BPBD, istri kepala BPBD ambil barang ke distributor."

Otomatis yang namanya berjualan, lanjut Yori, mencari untung.

Baca juga: Dana Covid-19 Sumbar Rp 49 Miliar Diduga Diselewengkan, DPRD Bentuk Pansus, BPBD Membantah

Menurutnya, dari selisih harga 27 ribu ke 35 ribu itu sangat wajar.

Hanya saja karena di pemeriksaan BPK tetap diputuskan dikembalikan itu tidak masalah.

"Itu finalnya dan kita ikuti prosedurnya," tutur Yori.

Nominal yang sudah dikembalikan, Yori tak mau menyebutkan. Ia menyilakan untuk mengecek ke BPK saja.

Yori juga mengungkapkan, untuk sistem lelang itu diadakan pada kondisi normal, penunjukan langsung kepada siapapun, di BPBD sendiri ada aturannya, siapapun berhak untuk mengajukan penawaran atau pengadaan di BPBD.

Baca juga: INFO BMKG: Prakiraan Cuaca 33 Kota di Indonesia Jumat 26 Februari 2021, Hujan di Jakarta & Padang

Bagi yang menyanggupi mereka berhak karena saat itu kondisinya darurat, semuanya serba cepat.

"Harga per unit pada saat itu September 2020 harga kisaran ambil rata-rata Rp 35 ribu."

"Dalam berkas penawaran harga 1 unit Rp 35 ribu, yang disanggupi CV Batik Tanah Liek September itu 25 ribu botol. Batik Tanah Liek mengambil ke broker harganya Rp 27 ribu," imbuh Yori.

Halaman
1234
Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: Saridal Maijar
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved