Ibu Guru di Padang Kena Rampok

Wanita Beberkan Ikut Kawanan Rampok Ibu Guru di Padang, Ngaku Status Janda Dapat Jatah Rp 4 Juta

Berikut ini pengakuan seorang dari kawanan pelaku yang menyekap dan merampas barang berharga milik seorang guru yang mengajar

Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM/REZI AZWAR
Seorang wanita, yang diduga melakukan pencurian dengan kekerasan saat diamankan di Polresta Padang, Jumat (19/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Berikut ini pengakuan seorang dari kawanan pelaku yang menyekap dan merampas barang berharga milik seorang guru yang mengajar di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar).

Peristiwa pencurian dengan kekerasan tersebut terjadi pada Selasa (2/2/2021) dan dilaporkan ke Polsek Koto Tangah pada Rabu (3/2/2021).

Korban merupakan guru yang mengajar Alquran dan Hadist dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar.

Saat ini pihak kepolisian sudah mengamankan sebanyak dua terduga pelaku, masing-masing berinisial MM (35) dan IL (35).

Namun, MM (35) saat ini ditahan di Polsek Batang Anai dalam perkara lain. Sedangkan, pelaku inisial IL (35) dilakukan penahanan di Mapolresta Padang saat ini.

Polsek Koto Tangah mengamankan satu terduga pelaku aksi perampokan yang kini dirawat di RS Bhayangkara, setelah dilumpuhkan polisi. Aksi terduga pelaku sempat menyekap seorang guru di dalam mobil lalu merampas barang berharga milik korban beberapa waktu lalu.
Polsek Koto Tangah mengamankan satu terduga pelaku aksi perampokan yang kini dirawat di RS Bhayangkara, setelah dilumpuhkan polisi. Aksi terduga pelaku sempat menyekap seorang guru di dalam mobil lalu merampas barang berharga milik korban beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA)

Pelaku inisial IL (35) yang merupakan seorang janda anak 5 mengaku hanya diajak oleh pelaku MM (35) yang merupakan adik kelasnya sewaktu SMP.

"Awalnya diajak teman untuk menjalani mobil travel, karena dia merupakan adek kelas," kata IL (35), Jumat (19/2/2021).

Dijelaskannya, pelaku MM (35) mengajak IL (35) pergi bersama mobil travel untuk menarik penumpang.

Hal itu dikeranakan, jarang penumpang perempuan yang mau naik kalau tidak ada penumpang perempuan lainnya di dalam mobil travel.

Ia menjelaskan, untuk duduk di bangku depan saja selama seminggu dibayar dengan Rp 1 juta.

"Jadi sudah jalan 5 hari, dan pada saat kejadian tanggal 2 Februari 2021 itu. Kami mengambil penumpang travel arah ke Padang Panjang. Namun, tidak tahunya ibu itu (korban) yang naik," ujarnya.

Ia menjelaskan, saat berada di kawasan fly over batas kota kaca mobil dinaiki oleh pelaku MM (35).

"Musik di dalam mobil dikeraskan oleh MM (35) dan saya tidak diperkenankan melihat ke arah belakang," katanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved