Wisata Kota Tua di Padang
Wisata Kota Tua di Padang, Baca Buku Sambil Menikmati Jajanan Makanan dan Panorama Alam
Kota Tua di tengah kota dengan perkembangan zaman di kawasan Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
Penulis: Rezi Azwar | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kota Tua di tengah kota dengan perkembangan zaman di kawasan Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
Kota Tua dapat didatangi masyarakat Kota Padang di kawasan pinggiran Selatan sungai Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan.
Pantauan TribunPadang.com, pada Kamis (4/2/2021) senja terlihat bangunan yang sudah tua terlihat dari bentuk bangunannya.
Namun, saat ini kawasan Kota Tua di Kota Padang dijadikan lokasi wisata untuk masyarakat.
Saat ini di kawasan tersebut terdapat taman dan banyak jajanan untuk masyarakat yang berkunjung.
Selain itu, banyak terdapat cafe atau tempat nongkrong bagi masyarakat yang berkunjung.
Bagi masyarakat yang ingin mencari referensi terkait Kota Tua Kota Padang, sudah ada plang berisikan informasi terkait sejarah kota tua dekat sungai Batang Arau.
Selain itu, terdapat taman bacaan masyarakat yang dibuka setiap hari secara gratis.
• Pegiat Literasi Chrisman Nduru, Sosok Prajurit TNI yang Dirikan TBM Lentera Kota Tua Padang
• Yuk! Nikmati Senja di Taman Baca Lentera Kota Tua, Lokasi Wisata Budaya Baru di Padang
Pengelola Taman Baca Lentera Kota Tua Padang, Maiyudi Candra mengatakan masyarakat Kota Padang dapat datang ke Kota Tua sambil menambah wawasan.
Ia mengatakan, taman bacaan masyarakat tersebut sudah berdiri sejak bulan Mei 2020 yang lalu.
"Taman bacaan ini bisa untuk semua kalangan masyarakat. Jadi, bukan hanya untuk anak-anak," kata Maiyudi Candra, Kamis (4/2/2021).
Dikatakan, relatif banyak anak-anak yang membutuhkan buku bacaan karena terkendala biaya.
Sejauh ini lanjutnya, taman bacaan masyarakat buka dari pukul 14.00 WIB hingga tutup pada malam hari.
"Terkadang bukanya agak sedikit lambat, lantaran hanya saya sendiri yang mengelola," kata Maiyudi Candra.
Maiyudi Candra mengakui agak kesulitan dalam pengelolaan, karena hanya sendirian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/buku-cafe.jpg)