Belum Semua Nakes di Sumatera Barat Mendapatkan Vaksinasi Covid-19, Ini Alasannya
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Arry Yuswandi mengungkapkan belum semua nakes di daerah itu mendapatkan vaksinasi Covid-19.
Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Mona Triana
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Arry Yuswandi mengungkapkan belum semua nakes di daerah itu mendapatkan vaksinasi Covid-19.
Ia menyebut ada sejumlah alasan nakes belum mendapatkan vaksin tahap pertama.
"Kendala secara umum yang kita temukan adalah ada beberapa nakes yang ditunda pelaksanaan vaksinasinya."
"Beberapa di antaranya saat skrining ternyata tekanan darahnya tinggi (hipertensi)," ungkap Arry, Kamis (28/1/2021).
Baca juga: Sudah 2.412 Orang Divaksin Covid-19 di Sumbar, Mayoritas Tenaga Kesehatan
Baca juga: 8 Pejabat Publik di Sumbar Terima Suntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua, Danrem: Tidak Jauh Berbeda
Baca juga: Update Corona Sumbar 3 Januari 2020: Tambah 62 Positif, Sembuh 74 Orang, & 2 Meninggal Dunia
Arry menjelaskan, sesuai petunjuk teknis vaksinasi Covid-19 oleh Kementerian Kesehatan, penerima vaksin Covid-19 harus dalam keadaan sehat.
Jika tekanan darah tinggi, vaksin Corona tidak diberikan sehingga mereka itu mesti menunggu tekanan darahnya turun dulu baru disuntik.
"Mudah-mudahan tiga hari setelah itu, bisa lagi untuk divaksin," tambah Arry.
Arry juga menyebut ada sejumlah nakes yang mengalami kesulitan mendaftar sebagai penerima vaksin Covid-19 secara online.
Baca juga: UPDATE Corona Indonesia - Rabu 27 Januari 2021 : Kasus Positif Bertambah 11.948 dan Sembuh 10.974
Baca juga: Update Corona Indonesia 23 Januari 2021: Bertambah 12.191 kasus, Total Jadi 977.474 Positif
Baca juga: Selain Tangani Limbah Covid-19, DLH Padang Sudah Makamkan 220 Jenazah Pasien Corona
Akan tetapi menurutnya vaksinasi seharusnya tidak tergantung dengan aplikasi.
Bagi nakes yang kesulitan mendaftar, kata Arry, saat ini proses pendaftaran vaksinasi dilakukan secara manual.
Menurut Arry, sepanjang orangnya sudah terdaftar dan datanya sudah ada data di sistem informasi SDM Kesehatan itu bisa, baru disesuaikan dengan aplikasi.
"Saya belum dapat data pastinya berapa, namun tidak sampai ratusan," terang Arry.
Baca juga: UPDATE Virus Corona Indonesia Minggu 17 Januari 2021: Tambah 11.287 Kasus, Total 896.642 Orang
Baca juga: Update Corona Indonesia - Sabtu 16 Januari 2021: Terjadi Lonjakan, Bertambah 14.224 Orang
Baca juga: Kasus Virus Corona Indonesia Kembali Pecah Rekor, Tambah 11.557 Hari Ini, Total 869.600 Orang
Setelah itu baru datanya dimasukkan ke dalam aplikasi Primary Care atau Pcare milik BPJS Kesehatan.
"Karena memang ini antar dua aplikasi, kadang kadang tidak langsung otomatis terkoneksi. Itu saja kendalanya."
"Namun semua sudah didaftarkan dalam sistem informasi SDM Kesehatan itu sudah terdaftar dan bisa dilakukan vaksinasi," jelas Arry. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/kepala-dinas-kesehatan-provinsi-sumbar-arry-yuswandi1111.jpg)