Pilkada Sumbar 2020

NA-IC Kalah di Pilgub Sumbar, Gerindra: Tidak Ada Hubungannya dengan Elektabilitas Prabowo

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung Partai Gerindra di Sumatera Barat, NA-IC mengalami kekalahan berdasarkan hitungan cepat dari b

Editor: Saridal Maijar
istimewa
Calon Gubernur Sumbar nomor urut 2 dari Partai Gerindra Nasrul Abit saat mencoblos di TPS 006 Paud Timbulun Nagari Painan Timur, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Rabu (9/12/2020). 

TRIBUNPADANG.COM, JAKARTA - Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung Partai Gerindra di Sumatera Barat, NA-IC mengalami kekalahan berdasarkan hitungan cepat dari berbagai lembaga.

Tak hanya di Sumbar, jagoan Gerindra juga kalah di Pilkada Tanggerang Selatan.

Wakil Sekretaris Jenderal Gerindra, Kawendra Lukistian mengatakan, terkait Pilkada Sumbar dan Tangsel, partai masih menunggu hasil hitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang saat ini masih berproses.

Baca juga: Andre Rosiade: Hasil Real Count Masih Berlangsung, NA-IC Terus Memimpin

"Kami tunggu sampai real count selesai," ucap Kawendra saat dihubungi, Jakarta, Jumat (11/12/2020).

Kawendra pun membantah pandangan yang menilai kekalahan jagoan Gerindra di Sumbar dan Tangsel, terkait telah pudarnya elektabilitas Prabowo Subianto.

"Tidak related (terkait) sebetulnya sama elektabilitas Pak Prabowo," ujar Kawendra.

Menurutnya, pandangan dari berbagai pihak memang sebuah hal wajar, tetapi berdasarkan data yang ada, masyarakat Sumatera Barat sangat mencintai Prabowo.

Baca juga: Cagub Sumbar Nasrul Abit: Jangan Berkecil Hati, Perang Belum Selesai

"Buktinya kan Pilpres kemarin menang luar biasa di sana, dan di sana elektabilitas Gerindra secara keseluruhan di Sumatera Barat sudah hampir 30 persen saat ini," ucap Kawendra.

"Jadi tidak ada hubungannya (dengan elektabilitas Prabowo). Kan banyak buktinya, beberapa daerah saat Pilpres kita menang, sementara isunya kalah," sambung Kawendra.

Berdasarkan hitung cepat versi Indikator, Gerindra yang mengusung Muhamad - Rahayu Saraswati hanya mampu mendulang suara 34,42 persen, di bawah pasangan calon Benyamin - Pilar sebesar 41,86 persen.

Sedangkan jagoan Gerindra di Sumatera Barat, berdasarkan hitung cepat Poltracking, pasangan Nasrul Abit - Indra Catri meraih 30,84 persen, atau kalah dibanding Mahyeldi Ansharullah - Audy Joinaldy. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Gerindra: Kekalahan Pilkada di Sumbar dan Tangsel Tak Ada Hubungan dengan Elektabilitas Prabowo

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved