Breaking News:

Penanganan Covid

Kota Padang Panjang Masuk Zona Kuning, Wako Fadly Amran Bahas Pembelajaran Tatap Muka

Kota Padang Panjang masuk zona kuning penyebaran Covid-19, Wali kota Padang akan rapat bersama Forkopimda terkait proses belajar tatap muka.

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM/REZI AZWAR
Wali kota Padang Panjang, Fadly Amran. 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kota Padang Panjang masuk zona kuning penyebaran Covid-19, Wali kota Padang akan rapat bersama Forkopimda terkait proses belajar tatap muka.

Mengingat terbukanya peluang untuk menggelar pembelajaran langsung atau tatap muka atau diperbolehkan di daerah yang berstatus zona hijau dan kuning.

"Kami bersama Forkopimda akan membahas apakah  akan melakukan proses pembelajaran tatap muka. Karena status kita, Alhamdulillah saat ini kuning," kata Walikota Padang Panjang, Fadly Amran, Rabu (25/11/2020).

Baca juga: Hore! Sekolah Kembali Gelar Belajar Tatap Muka, Kemendikbud dan Kemenag RI Diminta Tetap Awasi

Baca juga: Update Sebaran Kasus Covid-19 di Padang, Total 10.369 Positif, 9.340 Sembuh dan 230 Meninggal Dunia

Hal itu, dikatakan sesuai sikap yang diambil oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nadiem Makarim.

Pihaknya berharap dari pertemuan dengan Forkopimda secara bersama-sama ada keputusan untuk memulai pembelajaran secara tatap muka.

"Kami akan membahasnya secara bersama-sama.bMudah-mudahan ada jalan untuk memulai pembelajaran tatap muka," kata Fadly Amran.

Sampai saat ini lanjutnya masih belum ada keputusan yang pasti terkait kapan dimulainya pembelajaran tatap muka.

"Insha Allah besok atau lusa, kami akan membahasnya. Status kini sudah (zona) kuning, dan sesuai edaran Menteri(Mendikbud RI) kalau kuning diberikan hak untuk pimpinan daerah apakah proses belajar mengajar dilakukan secara tatap muka atau tidak," kata Fadly Amran.(*)

Fadly Amran mengatakan, kalau Kota Padang Panjang sudah pernah melaksanakan proses brlajar secara langsung atau tatap muka.

"Kmi sudah pernah melakukan sebelumnya saat status kita kuning, dan dilasanakan dengan cara per shift," katanya.

Selain itu, pihaknya akan membatasi murid yang ada di dalam kelas saat proses belajar tatap muka.

Proses belajar mengajar tersebut berjalan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Pihaknya juga akan melakukan tes swab terhadap guru-guru, sebelum proses pembelajaran tatal muka dilaksanakan.

"Sehingga, ini juga untuk memaksimalkan keamanan. Kita mulai dulu dari SMA dan SMP sesuai aturan, setelah itu barulah SD dan TK," ujar Fadly Amran.(*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved