Penanganan Covid

Jokowi Siap jadi Orang Pertama Disuntik Vaksin Covid-19

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku siap menjadi orang pertama yang akan disuntik vaksin Covid-19.

Editor: Saridal Maijar
twitter/jokowi
Presiden Joko Widodo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNPADANG.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku siap menjadi orang pertama yang akan disuntik vaksin Covid-19.

Menurut Presiden Jokowi, vaksinasi itu tentu harus sesuai arahan tim uji klinis yang menangani.

Jokowi pun mengaku siap dan tak akan menolak untuk disuntik vaksin.

Baca juga: UPDATE Corona Sumbar 16 November 2020: Turun Drastis, Kasus Baru Hanya 31, Sembuh 62 Orang

Hal ini disampaikan Presiden Jokowi saat wawancara eksklusif dengan Rosiana Silalahi dalam program yang disiarkan kanal YouTube Kompas TV, Selasa (17/11/2020).

"Ya kalau saya, kalau diputuskan yang pertama disuntik presiden, ya saya siap," kata Jokowi.

Meski demikian, Kepala Negara mengingatkan jangan sampai muncul anggapan bahwa penyuntikan ini merupakan keuntungan yang didapat sebagai presiden.

"Ya kalau saya ditentukan tim bahwa presiden yang pertama (divaksin,red) saya siap. Tapi jangan sampai nanti (ada anggapan,red) 'lho enak sekali presiden yang pertama harusnya rakyat dulu'," ucapnya.

"Jangan ada seperti itu. Terserah tim, kalau tim menyampaikan presiden yang pertama disuntik vaksin, saya siap," tambahnya.

Baca juga: UPDATE Sebaran Virus Corona Indonesia Senin 16 November 2020, Tambah 3.535 Kasus Baru

Jokowi menjelaskan, saat ini telah ada daftar prioritas penerima vaksin yang diprediksi baru tiba di Indonesia akhir November 2020.

Presiden pun menyebutkan beberapa profesi yang akan didahulukan menerima vaksin, yakni mereka yang bekerja di lapangan.

Vaksin Tidak Otomatis Langsung Hentikan Pandemi Covid-19

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan vaksin tidak akan dengan sendirinya menghentikan pandemi virus corona atau Covid-19.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, seperti dilansir AFP dan Channel News Asia, Senin (16/11/2020).

Pandemi Covid-19 berkecamuk berbulan-bulan virus tersebut merebak di Wuhan China pada Desember 2020.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved